Beranda » Uncategorized » PROFIL KELOMPOK “SURUWAY MARINA”

PROFIL KELOMPOK “SURUWAY MARINA”

Pengelola Blog

Nama: Tatang, S.St.Pi
Bekerja Pada Pusat Penyuluhan KP
Badan Pengembangan SDM KP
Kementerian Kelautan dan Perikanan

Arsip Artikel

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya.


 PROFIL KELOMPOK “SURUWAY MARINA”

            Kelompok Suruway Marina merupakan salah satu kelompok Peserta Lomba Kelompencapir Minapolitan  di Provinsi Aceh. Lomba Kelompencapir ini dilaksanakan bersamaan dengan Dialog Interkatif yang secara live disiarkan langsung tanggal 19 Maret 2011 yang bertempat di Studio TVRI Banda Aceh. Lomba Kelompencapir Minapolitan dimulai dengan kegiatan seleksi calon peserta lomba  Kelompencapir Minapolitan Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Provinsi Aceh. Pada seleksi tersebut dihasilkan calon peserta lomba yaitu: Kelompok Tunas Mandiri dari Sumatera Barat, Kelompok Berkat Doa Bersama dari Sumatera Utara, Kelompok  Suruway Marina dari Provinsi Aceh. Kelompok pelaku utama yang ditampilkan pada lomba kelompencapir minapolitan ini sesuai dengan petunjuk yang ada telah  memenuhi semua kliteria lomba dan layak mewakili provinsi masing.

          Kelompok perwakilan Provinsi Aceh memiliki alamat di Pekan Seruway Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang – Provinsi Aceh. Kelompok ini berdiri pada tanggal 06 September 2004 dengan pengukuhan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang Nomor 523/192.1/2004. Kelompok ini terbentuk karena keinginan bersama dari beberapa nelayan yang ingin bersatu dalam perkumpulan atau kelompok. Keinginan masyarakat yang bermukim di daerah pesisir Kecamatan Suruway menyambut positif dan terus berpartisifasi dalam upaya-upaya pengembangan kelompok ini. Masyarakat perikanan yang bergabung dalam kelompok Suruway Marina sebanyak 50 orang memang terlalu banyak untuk pengaturan dalam intern kelompok cukup menyulitkan.

            Visi kelompok  Suruwaya Marina menjadikan kelompok maju dan sejahtera di Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2015. Visi Kelompok Suruway Marina menjadikan kelompok yang memiliki kualitas SDM yang handal; kapasitas teknis yang mumpuni; mamapu melestarikan lingkungan dan mampu menjadikan kelompok mandiri berbasis teknologi. Untuk mengelola kelompok, pengurus kelompok menjadi tumpuan dalam dinamika perkembangan dan kemandirian kelompok. Pengurus kelompok Suruway Marina Ketua Khairil Azman yang merupakan tokoh masyarakat Pemenang Adibakti  Mina Bahari  Bidang Perikanan Tangkap se Aceh Tahun 2010; Sekretaris Zulkifli; Bendahara H. Amril Anwar; Seksi Teknis Zainal Abidin; Seksi Saprokan Musa S; Seksi  Kemitraan Nahar.

Kelembagaan pelaku utama perikanan Suruway Marina mempunyai sebagaiman Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Tahun 2012, sangat termotivasi untuk mengembangkan kelompok sesuai dengan fungsinya, yaitu sebagai:

Sebagai wadah proses pembelajaran, kelembagaan pelaku utama perikanan merupakan media interaksi belajar antar pelaku utama dari anggota kelompoknya. Mereka dapat melakukan proses interaksi edukatif dalam rangka: mengadopsi teknologi inovasi; saling asah, asih dan asuh dalam menyerap suatu informasi dengan fasilitator atau pemandu dari penyuluh perikanan; mengambil kesepakatan dan tindakan bersama apa yang akan diambil dari sebuah kegiatan bersama.

Dengan demikian proses kemandirian kelompok akan dapat tercapai. Di dalam kelompok sebagai kelas belajar para pelaku utama akan dapat melakukan komunikasi multi dimensional. Mereka dapat mempertukarkan pengalaman masing-masing, sehingga akan membuat pelaku utama semakin dewasa untuk dapat keluar dari masalahnya sendiri, tanpa adanya ketergantungan dari penyuluh perikanan.

Sebagai wahana kerja sama, kelembagaan pelaku utama perikanan merupakan cerminan dari keberadaan suatu kelompok. Kelembagaan pelaku utama perikanan harus dapat berfungsi sebagai wadah kerja sama antar pelaku utama dalam upaya mengembangkan kelompok dan membina kehidupan pelaku utama.

d. Unit     Produks …

Kelembagaan pelaku utama perikanan sebagai unit penyedia sarana dan  prasarana, erat hubungannya dengan fungsi unit produksi perikanan. Misalnya dalam sebuah produksi budidaya ikan gurame, kelompok dapat berperan sebagai penyedia benih ataupun sarana produksi lainnya.

Kelompok pelaku utama perikanan sebagai unit produksi, erat hubungannya dengan fungsi wadah kerja sama. Misalnya kelompok pembudidaya ikan gurame, dalam pengadaan sarana produksi, perkreditan, dan pemasaran hasil, sehingga dengan melaksanakan kegiatan produksi secara bersama-sama akan lebih efisien.

Kelompok pelaku utama perikanan sebagai unit pengolahan dan pemasaran, erat hubungannya dengan fungsi wadah kerja sama. Misalnya kelompok pengolah hasil perikanan, dalam melaksanakan kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil secara bersama-sama akan lebih efisien serta dapat menjamin kestabilan harga produk.

Kelembagaan pelaku utama perikanan juga dapat berfungsi sebagai sebuah unit usaha yang mengelola usaha diluar usaha pokoknya seperti jasa penyewaan, jasa percontohan, jasa konsultasi, dan lain-lain.

Kelembagaan pelaku utama berfungsi sebagai organisasi kegiatan bersama dimana pelaku utama akan belajar mengorganisasi kegiatan secara bersama-sama melalui pembagian dan pengkoordinasian pekerjaan dengan mengikuti tata tertib sebagai hasil kesepakatan bersama.

Kelembagaan pelaku utama perikanan sebagai kesatuan swadaya dan swadana merupakan kelembagaan yang mandiri, baik dalam hal penyelesaian masalah bersama maupun dalam penguatan dan pengembangan modal usaha anggota, misalnya melakukan pemupukan modal bersama untuk menyediakan modal bagi anggotanya melalui penumbuhan budaya menabung, iuran, dan sebagainya. Dengan demikian, anggota mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan modal usaha, bermitra dengan lembaga keuangan, serta mempermudah dalam akses pemasarannya.

Bidang usaha yang dikembangkan oleh Kelompok Suruway Marina sangat beragam, usaha bidang perikanan tangkap memiliki porsi lebih besar. Komoditas hasil tangkapan berupa udang dan ikan, Volume produksi hasil penangkapan dalam bentuk udang dan ikan sekitar 12 ton/bulan atau 144 ton/tahun. Nilai produksi dari budidaya sekitar Rp.720.000.000 per bulan atau Rp. 8.640.000.000 per tahun. Pemasaran hasil tangkapan untuk memenuhi permintaan dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Negara Malaysia.

          Jenis usaha budidaya dengan komoditas Bandeng, Udang Windu, Udang Vanamei, kakap dan Kerapu. Volume produksi sebanyak 25 ton/siklus dengan nilai produksi Rp. 750.000.000/siklus atau Rp. 1.500.000.000/tahun. Sedangkan kapasitas hasil pengolahan seperti ikan asin, teripang, bakso ikan dan yang sejenis memiliki volume 13.800 kg/tahun dengan nilai Rp.579.600.000/tahun. Tujuan pemasaran local Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara dan Negara Tetangga Malaysia dan Singapura. Total produksi rata-rata  yang dipasarkan sebanyak 232,8 ton/tahun dengan omzet rata-per tahun sekitar                  Rp. 10.719.000.000/tahun.

Kelompok Suruway Marina merupakan salah satu sasaran kegiatan Lomba Kelompencapir yang terbukti memiliki kapasitas dinamisasi kelompok yang baik dan bisnis perikanan yang berkembang pesat. Tujuan Gerakan Nasional masyarakat Minapolita tercapai secara sigifikan dapat tercapai. Tujuan tersebut antara adalah:

  1. Memfasilitasi pelaku utama dan/atau pelaku usaha terbaik tingkat provinsi selaku role model melalui media elektronik secara berjenjang, untuk mempromosikan kemampuan wirausaha masing-masing;
  2. Memfasilitasi pertemuan pemerintah dan pelaku utama dan/atau pelaku usaha berprestasi yang akan menjadi usaha promosi peluang usaha di bidang kelautan dan perikanan;
  3. Memfasilitasi tumbuhnya calon wirausaha pemula, untuk bertatap muka dengan pelaku utama dan/atau pelaku usaha terbaik tingkat provinsi, melalui keikutsertaan sebagai audiens Lomba Kelompencapir;
  4. Mengakselerasi dinamika kelembagaan pelaku utama dan/atau pelaku usaha dalam berorganisasi dan memberikan motivasi kelompok pelaku utama dan/atau pelaku usaha serta pemangku kepentingan bidang kelautan dan perikanan agar terus berkarya dalam kerangka pengembangan kawasan minapolitan dan kawasan potensi perikanan;
  5. Memberikan apresiasi kepada kelompok pelaku utama dan/atau pelaku usaha atas peran sertanya dalam upaya mengembangkan kelompok dan usaha perikanan yang telah menjadi contoh bagi kelompok usaha perikanan lainnya;
  6. Meningkatkan peran serta tokoh masyarakat, aparatur pemerintah dan stakeholder bidang kelautan dan perikanan lainnya; dalam hal perolehan umpan balik untuk penguatan sektor kelautan dan perikanan.

About these ads

1 Komentar

  1. ardi mengatakan:

    salam hangat kelompok “SURUWAY MARINA”
    dari calon wirausaha pemula..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: