“Menyemai Kembali Semangat Negara Maritim”


Oleh Tatang, S.St.Pi.

Upaya untuk mewujudkan kesatuan wilayah nusantara bagi bangsa Insonesia melewati berbagai perjuangan keras. Perjuangan ini pertama kali dicetuskan dengan adanya “Deklarasi Djoeanda” pada tanggal 13 Desember 1957. Konsep deklarasi ini mendasari perjuangan bangsa Indonesia untuk menjadi rejim negara kepulauan (Archipelagic State). Deklarasi Djoeanda merupakan pernyataan sepihak yang dikeluarkan oleh pemerintah Republik Indonesia mengenai wilayah perairan indonesia yang isinya, antara lain menyatakan bahwa perairan di sekitar, diantara, dan yang menghubungkan pulau-pulau yang masuk daratan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah bagian yang tak terpisahkan dari wilayah yurisdiksi Republik Indonesia.

Pernyataan sepihak sebagai negra kepulauan ini tidak serta merta diakui oleh berbagai pihak, bahkan mendapat tantangan dari negra-negara besar seperti Amerika Serikat dan Australia. Akan tetapi berkat  perjuangan yang gigih dan memakan waktu panjang, akhirnya konsep Indonesia sebagai negara kepulauan mendapat pengakuan dunia setelah United Nation Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) yang disahkan tanggal 10 Desember 1982 dan Indonesia telah meratifikasinya dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 1985.

Setelah diratifikasi oleh 60 negara, maka UNCLOS kemudian resmi berlaku pada tahun 1994. Melalui penetapan itu, maka wilayah Indonesai yang tadinya wilayah perariran Indonesia 100.000 km2  mendapat tambahan wilayah nasional sebesar 3,1 juta km2 sebagai warisan Hindia Belanda. Selain itu ditambah lagi dengan 2,7 juta km2  Zone Economic Exclusive yaitu bagian perairan internasional dimana Indonesaia mempunyai hak berdaulat untuk memanfaatkan sumber daya alam termasuk yang ada di dasar laut dan dibawahnya. Pengakuan Indonesia sebagai negara kepulauan tersebut merupakan anugerah yang sangat besar karena perairan yuridisdiksi nasional Republik Indonesia bertambah luas secara luar biasa. Luas laut Indonesia meliputi 75,3% dari seluruh luas wilayah negara. Wilayah perairan yang demikian luas menjadi beban tanggung jawab yang besar dalam mengelola dan mengamankannya. Untuk mengamankan laut yang begitu luas, diperlukan kekuatan dan kemampuan di bidang maritim yang besar, kuat, dan modern. Bertolak dari Deklarasi Djoeanda, maka pada tahun 1999 tepat tanggal 13 Desember dicanangkan sebagai “Hari Nusantara”. Dua tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 11 Desember 2001, Presiden RI Megawati Soekarno Putri, melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 126 Tahun 2001, menetapkan bahwa tanggal 13 Desember dinyatakan sebagai “Hari Nusantara”, dan resmi sebagai hari pernyataan nasional walaupun masih bersifat fakultatif.

Banyak masyarakat Indonesia yang belum paham tentang arti penting azas kenusantaraan. Bahkan beberapa bagian wilayah di Indonesia ingin memisahkan diri dari NKRI. Kondisi faktual menunjukan bahwa WNI penduduk wilayah perbatasan lebih banyak berhubungan dengan warga negara tetangga yang lebih maju, menggunakan uang asing dalam transaksi, dan menggunakan bahasa asing. Dengan demikian secara tidak sengaja penduduk perbatasan sudah terbina dan terkooptasi oleh pengaruh negara tetangga, sementara itu pembinaan dari pemerintah terhadap mereka masih sangat minim. Oleh karena itu memontum Hari Nusantara dapat dijadikan sebagai media untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat tentang wilayah NKRI sebagai negara kepulauan. Diharapkan Indonesia memiliki jati diri sebagai bangsa maritim dan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, serta peringatan tahun ini akan menjadi pendorong dan semangat baru pemerintah dan segenap komponen masyarakat untuk jadikan pembangunan kelautan dan perikanan sebagai mainstreaming pembangunan nasional.

Semoga Semangat Kita untuk menyemai kembali semangat sebagai negara Maritim tumbuh menyeruak dalam setiap gerak dan sikap kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s