BUDIDAYA RUMPUT LAUT GRACILARIA VERRUCOSA


Oleh : Tatang, S.St.Pi.

 Rumput laut jenis Gracilaria yang ada di dunia ada puluhan jenis diantaranya Gracilaria changii, G. chorda, G. incurvata, G. manilaensis, G. textorri, G. confervoides, G. crasa, G. blodgetti, G. arcuata, G. taenioides, G. eucheumoides  dan yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah G. verrucosa, G. gigas dan G. lichenoides.

Persyaratan Budidaya

Gracilaria umumnya dipelihara ditambak. Keadaan tambak yang baik untuk budidaya Gracilaria harus memenuhi persyaratan minimal sebagai berikut :

  1. Tambak terletak dekat dengan sumber air laut dan air tawar.
  2. Area tambak harus terlindung dari arus angin yang kuat.
  3. Dasar tambak terdiri dari pasir bercampur lumpur sedikit dengan ketebalan 15 – 20 cm.
  4. Air tidak mengandung lumpur sehingga kekeruhan air masih cukup tinggi bagi tanaman untuk menerima sinar matahari.
  5. pH berkisar antara 7,0 – 8,7, salinitas berkisar 15 – 25 ppt, dan suhu berkisar antara 20 – 25oC.

 Teknik Budidaya

Metoda Dasar

Pada sistem ini, Gracilaria  dibudidayakan dengan cara disebar didasar tambak. Rumput laut pada metoda dasar biasamya rawan terhadap pemangsaan predator. Metoda dasar ini mudah sekali dalam pemanenannya, karena tinggal diambil saja.

Metoda Lepas Dasar atau Rakit (Terapung)

Metoda lepas dasar yaitu dengan cara mengikat bibit pada tali ris kemudian diikatkan pada patok-patok atau pada rakit. Dalam sistem rakit ini, bibit Gracilaria diikat pada seutas tali plastik dan tali plastik tersebut, kedua ujungnya diikatkan pada rakit bambu. Ukuran rakit bambu yang biasa digunakan adalah 2,5 m x 2,5 m.

Bibit dan Cara Tanam

Bagian tanaman yang dipilih untuk bibit adalah tallus yang segar, masih muda dan sehat, yang diperoleh dengan cara memetik dari rumpun tanaman yang sehat pula dengan panjang sekitar 5 – 10 cm. Dalam memilih bibit perlu diperhatikan beberapa hal, yakni : tallus masih elastis, memiliki banyak cabang dan pangkalnya lebih besar dari cabangnya, ujungnya berbentuk lurus, mudah patah bila digigit, bebas dari tanaman lain dan kotoran lainnya.

Metoda yang umum adalah metoda dasar, yaitu bibit disebarkan merata didalam tambak pada saat keadaan cuaca cukup teduh, yaitu pada pagi hari atau sore hari. Kepadatan bibit untuk penanaman pertama sekitar 1 ton/Ha.

Pemupukan

5

Pada empat minggu pertama tanaman memerlukan lebih banyak nutrisi nitrogen, sedangkan dua atau tiga minggu sebelum panen tanaman memerlukan lebih banyak nutrisi fosfat. Pupuk diberikan dalam bentuk pellet karena dapat hancur perlahan dan tidak terbawa air keluar. Pada 4 minggu pertama diberikan sekitar 10 kg/Ha pupuk nitrogen dan ditebar secara bertahap. Selanjutnya, untuk 2 sampai 3 minggu berikutnya diberikan sekitar 5 kg/Ha pupuk fosfat dan ditebar secara bertahap. Penebaran lebih tepat dilakukan pada saat setelah dilakukan penggantian air tambak.

Pemeliharaan/Perawatan

  1. Pergantian air minimal setiap tiga hari sekali. Pergantian air untuk sirkulasi unsur hara dan mempertahankan salinitas.
  2. Kedalaman air dalam tambak diatur, yaitu selama 4 minggu awal, kedalaman sekitar 30 – 50 cm, agar pertumbuhan cabang lebih cepat. Selanjutnya minggu 5 – 6 kedalaman sekitar 50 – 80 cm dengan tujuan memperlambat pertumbuhan cabang sehingga tanaman meningkatkan kandungan agarnya.
  3. Pada musim kemarau suhu air diusahakan tidak tinggi, akan tetapi bila suhu air diatas normal maka ketinggian air perlu ditambah.
  4. Perawatan rumput laut meliputi : membuang tanaman lain dan kotoran lainnya dari dalam tambak supaya tidak mengganggu pertumbuhan rumput laut dan perawatan pintu-pintu air, saluran air dan pematang tambak.

Panen dan Pascapanen

  1. Panen dapat dilakukan setelah tanaman berusia sekitar 45 sampai 60 hari. Sebelum dikeringkan hasil panen dicuci terlebih dahulu dengan air tambak untuk menghilangkan lumpur dan kotoran lainnya. Rumput laut dijemur dengan cara menggantung atau ditebar diatas para-par

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s