Budidaya Lobster Air Tawar Part 2.


Tatang, S.St.Pi

III. PERSIAPAN BUDIDAYA UDANG CHERAX

 3.1 Lokasi

        Salah satu penentu keberhasilan budidaya udang cherax adalah ketepatan dalam pemilihan lokasi usaha. Jika penentuan lokasi tidak meleset, maka selama proses budidaya tidak akan menemui kendala yang berarti, sehingga sasaran akhir dapat dicapai sesuai dengan rencana.

        Lokasi untuk budidaya udang cherax harus dipilih dengan memperhatikan beberapa persyaratan, antara lain :

–      Lokasi bebas dari sumber pencemaran seperti limbah rumah tangga dan limbah industri

–      Ketersediaan air harus mencukupi sepanjang tahun

–      Bebas banjir

–      Kemudahan dalam hal akses transportasi serta tersedianya sumber listrik

–      Lokasi sebaiknya merupakan daerah yang tenang serta aman dari gangguan predator.

 

3.2 Persiapan Wadah

3.2.1 Akuarium

        Akuarium dapat dipilih jika tidak memiliki lahan yang luas untuk budidaya udang cherax. Karena ukurannya yang tidak terlalu besar, maka akuarium hanya cocok digunakan untuk tempat pembenihan udang cherax. Pemilihan ukuran akuarium sebaiknya disesuaikan dengan skala usaha serta ketersediaan ruangan serta ukuran yang dapat mendukung pertumbuhan cherax secara optimum. Beberapa ukuran (p x l x t) yang dapat digunakan adalah 1 x 0,4 x 0,4 m dan 0,6 x 0,4 x 0,4 m.

        Selain itu diperlukan sarana pendukung lainnya seperti aerator dan sistem penyaring air.

3.2.2 Kolam

        Wadah untuk pembesaran udang cherax adalah berupa bak atau kolam. Untuk mencegah kebocoran dinding kolam dapat diplester dengan semen atau dipasangi karpet talang air, sedangkan sebagai pelindung ikan dari sinar matahari serta untuk memudahkan saat panen dapat dibuat kemalir dan kobakan. Kemalir dibuat dengan lebar 50-200 cm dan kedalaman 20-50 cm tergantung luas kolam. Pada bagian hilir, caren dibuat melebar yang berfungsi sebagai area penangkapan ikan saat panen.

Keterangan Gambar :

A. Panjang Kolam E. Kemalir
B. Lebar Kolam F. Kobakan
C. Dasar Kolam G. Outlet Kobakan
D. Pipa Pemasukan Air (Inlet Kolam) H. Outlet Kolam

        Kolam perlu dipersiapkan dengan baik, dengan tahapan sebagai berikut :

–      Pengeringan kolam

–      Pengolahan dasar kolam, perbaikan pematang, perataan tanah.

–      Perbaikan saluran pembuangan, dapat menggunakan pipa PVC berdiameter 1-2 inci yang dipasangi kawat kasa.

–      Pemupukan guna menumbuhkan pakan alami dengan pemberian pupuk dengan dosis per hektar  sebagai berikut : pupuk kandang berupa kotoran ayam 3 ton, urea 50 kg dan SP 36 sebanyak 50 kg.

–      Pengisian air setinggi 80 – 100 cm; dibiarkan selama 5 hari bertujuan untuk menumbuhkan pakan alami.

3.3 Tempat Persembunyian/Shelter

        Tempat persembunyian (pelindung) atau shelter diperlukan karena di habitat aslinya lobster air tawar atau udang cherax suka bersembunyi dan mencari tempat yang gelap. Ada beberapa fungsi dari keberadaaan tempat persembunyian, yaitu untuk tempat berlindung, untuk meminimalkan kanibalisme dan untuk menambah jumlah atau kapasitas udang cherax yang bisa ditampung dalam wadah budidaya.

        Pelindung untuk tahap pendederan dapat dibuat dari pipa PVC 10 mm sepanjang 3 cm dan PVC 0,5 inchi sepanjang 5 cm. Sedangkan untuk tahap pembesaran serta pemeliharaan induk, dapat menggunakan pipa PVC 2 atau 3 inchi sepanjang 15 cm.

        Alternatif shelter antara lain pelepah daun kelapa, sabut kelapa yang disusun bertingkat, rangkaian bambu dan sebagainya. Sebagian shelter dapat juga dipasang sedikit di atas permukaan air untuk sewaktu-waktu udang cherax naik sebagai indikator kualitas air menurun.

IV. PEMBENIHAN UDANG CHERAX

 

4.1 Seleksi Induk

        Seleksi Induk udang cherax adalah kegiatan memilih atau memisahkan antara induk-induk yang sudah matang gonad, atau matang telur dengan yang belum matang gonad atau matang telur. Seleksi induk dilakukan tiga minggu dalam pematang gonad dan sebelum pemijahan.

        Pada udang cherax yang berkelamin jantan umumnya mempunyai tanda merah pada bagian luar kedua ujung capitnya, tapi warna merah ini tidak terbentuk bila capitnya masih kecil. Yang bisa membuat kepastian adalah dilihat dari kakinya, kelamin jantan juga terlihat sepasang tonjolan dengan jelas pada kaki yang paling mendekati ekor, jika hanya satu maka disebut intersex.

        Pada kelamin betina tidak ada tanda merah pada kedua capitnya, tanda kelamin betina ditandai dengan adanya dua bulatan pada kaki ke tiga baik dihitung dari atas maupun dari ekor. Sama halnya dengan jantan, kelamin betina juga harus sepasang.

4.2 Pemeliharaan Induk

        Pemeliharaan induk sering pula disebut kegiatan pematangan gonad, karena tujuannya untuk mendapatkan induk-induk yang matang gonad. Usia matang gonad bagi udang cherax adalah 5-6 bulan. Induk dapat dipelihara dalam bak fibre glass atau akuarium serta dapat pula di kolam dengan perbandingan antara jantan dan betina    3 : 1. Sebelum udang dimasukkan dalam wadah, perlu dipasang aerator dan shelter (pelindung) dengan jumlah sesuai dengan induk yang akan dipelihara.

Gonad udang cherax harus berkembang dengan sempurna, agar didapat kualitas telur yang baik dan jumlah yang banyak, demikian pula dengan sperma harus berkualitas baik pula. Sehingga induk-induk harus diberi pakan tambahan, pakan yang diberikan dapat berupa pakan udang komersial dengan kandungan protein 32 % dengan dosis 4 %. Alternatif lain adalah dengan memberikan potongan daging udang segar sebanyak 2 %, ubi jalar/ wortel yang dipotong-potong serta daun/kecambah untuk membantu matang gonad.

        Seekor induk betina akan mampu menghasilkan anakan sebanyak 100-200 ekor setelah dierami selama 45 hari. Setelah telur terlihat menempel pada bagian bawah tubuh induk betina, maka induk tersebut dipindahkan ke dalam wadah inkubasi.

 

4.3 Pendederan Benih

        Pendederan benih dapat dilakukan di akuarium dan bak permanen dengan pemasangan shelter. Shelter yang dipasang saat pendederan adalah pipa PVC berukuran diameter 10 mm dengan panjang 3 cm sebanyak jumlah udang serta 0,5 inci dengan panjang 5 cm sebanyak separuh jumlah udang. Udang cherax bersifat kanibal pada ukuran 1-2 cm.

        Pemeliharaan yang dilakukan selama pendederan adalah penyiponan setiap 3-4 hari sekali dan pemberian pakan. Pakan yang diberikan adalah pelet komersial dengan dosis 2 % per hari dan frekuensi pemberian 3 kali.

        Pada tahap pendederan udang cherax betina yang sedang bertelur memeluk erat, karena telur itu belum menempel dengan baik di kaki renangnya, sehingga jika lipatan ekornya terbuka dikhawatirkan telur akan rontok dari ekornya tersebut. Setelah minggu ke-2 atau ke-3 telur dapat menempel dengan baik.

Adapun proses pematang telur sehingga menjadi benih adalah sebagai berikut :

  1. Minggu kedua bentuk telur masih bulat.
  2. Minggu ketiga mulai terlihat 2 bintik hitam pada telur. Bintik hitam tersebut merupakan embrio.
  3. Minggu keempat, capit, sungut dan kakinya mulai tumbuh. Namun embrio tersebut masih mengandung kuning telur. Pada tahap ini, udang cherax masih belum bisa mandiri, jika telur rontok dari induknya kemungkinan besar embrio tersebut akan mati, karena pada tahap ini embrio masih mendapat suplai nutrisi dan gizi dari induknya.
  4. Minggu kelima hampir seluruh kuning telur sudah habis, dengan demikian cadangan makan untuk embrio sudah habis. Ketika itu embrio mulai lepas satu persatu dari induknya untuk mencari makanan sendiri. Setelah bersih, induk betina dipindahkan ke akuarium lain untuk istirahat selama dua minggu sampai satu bulan, lebih baik lagi sampai berganti kulit.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s