Budidaya Lobster Air Tawar Part (3)


Tatang, S.St.Pi

V. PEMBESARAN UDANG CHERAX

        Tujuan pembesaran udang cherax adalah untuk mendapatkan udang cherax dewasa yang siap konsumsi dan untuk mendapatkan calon indukan. Udang cherax untuk dikonsumsi diharapkan memiliki daging yang banyak, karena itu pertumbuhan udang harus diperhatikan jangan sampai dihasilkan udang yang kecil-kecil walaupun sudah dipelihara dalam waktu yang lama.     Faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan udang cherax adalah kualitas air kolam dan pemberian pakan. Kualitas air kolam yang harus diperhatikan adalah keberadaan oksigen terlarut dalam air, oksigen dibutuhkan dalam jumlah besar agar lobster bisa mengolah makanan menjadi daging. Jika jumlah oksigen sedikit, makanan yang diolah akan sedikit pula sehingga daging udang cherax tidak bertambah. Selain itu diperlukan pakan yang berprotein tinggi yang berguna sebagai zat-zat untuk membentuk daging.

5.1 Wadah Pembesaran

        Wadah pembesaran dapat berupa kolam semen, bak fiber, bisa juga kolam tanah, yang terpenting adalah wadah tersebut bisa menampung air dan tidak mudah dirusak oleh lobster. Sebaiknya tinggi air dalam wadah pembesaran minimum 60 cm, sehingga wadah tidak perlu diberi penutup. Wadah pembesaran juga bisa dipilih yang tingginya 40 cm dan tinggi airnya 30 cm tetapi wadah harus diberi penutup. Jenis penutup yang digunakan bisa berupa asbes.

        Jika wadah pembesaran berupa kolam semen, bagian atas kolam tersebut sebaiknya diaci atau dikeramik, atau paling tidak 10-20 cm bagian paling atas dari wadah pembesaran harus dibuat licin. Untuk kolam tanah, bagian pinggirnya harus diberi pagar dari karpet talang air.

5.2 Penebaran Benih

        Benih lobster yang dipelihara untuk dibesarkan adalah benih berukuran sekitar 5 cm. Penebaran benih sebaiknya tidak terlalu padat ataupun terlalu jarang. Jika terlalu jarang, dari segi ekonomi kurang efisien. Sementara itu, jika terlalu padat dikhawatirkan persaingan lobster terlalu tinggi sehingga perkembangannya akan terganggu.Idealnya, untuk kolam pembesaran seluas 1 x 1 x 1 m, benih yang ditebarkan sebanyak 20-30 ekor.

5.3 Perawatan Udang Cherax dalam Masa Pembesaran

5.3.1 Pemberian pakan

        Udang cherax adalah jenis hewan omnivora atau pemakan segala.                  Di habitat aslinya, hewan bercapit ini makan apa saja yang ada di dasar kolam, danau atau sungai. Makanannya meliputi akar, daun, daging, ikan dan cacing. Udang cherax juga dapat diberi makanan berupa tauge, wortel, kangkung, bayam, buncis, kol dan semua jenis sayuran. Umbi-umbian seperti singkong, ubi merah dan ubi putih. Selain itu dapat juga berupa daging, seperti daging bekicot, keong mas, ikan, ayam dan cacing.

        Pakan merupakan faktor paling penting dalam masa pembesaran, karena pertumbuhan udang cherax sangat dipengaruhi oleh pakan. Dengan pemberian pakan yang benar, diharapkan udang cherax dapat cepat besar dan berdaging banyak. Udang cherax makan di dasar kolam, karena itu pilih makanan yang dapat tenggelam.

        Benih udang cherax yang dibesarkan juga dapat diberi pakan berupa pelet, asal pelet tersebut kaya akan karbohidrat, serat, protein dan kalsium.

        Banyaknya pakan yang diberikan disesuaikan dengan nafsu makan benih. Usahakan jangan sampai ada pakan yang tersisa. Jika terlihat ada pakan yang tersisa, pakan yang diberikan harus dikurangi dari jumlah sebelumnya. Contohnya, untuk setiap 100 ekor udang cherax, pakan yang diberikan 3 gram/hari. Pakan diberikan 2 kali sehari dengan komposisi 25 % pagi hari dan 75 % malam hari.

 5.3.2 Pengendalian hama dan penyakit

        Meskipun udang cherax termasuk tahan terhadap serangan hama dan penyakit karena kulitnya yang keras dan tebal, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan. Dalam proses pembesaran udang cherax, hama yang sering menjadi pemangsa adalah tikus dan kucing. Karena itu kolam pembesaran harus bebas dari jangkauan kedua binatang tersebut. Untuk membasmi tikus yang mungkin menyerang, dapat digunakan racun tikus yang banyak tersedia di pasaran.

        Beberapa penyakit yang sering menyerang udang cherax dan menyebabkan kematian adalah sebagai berikut lengkap dengan gejala dan pengobatan serangan penyakit tersebut.

Penyebab Penyakit Gejala Pengobatan
Jamur Saprolegnia dan Achyla Jamur ini menyerang udang melalui bagian tubuh yang terluka. Mereka dapat menghambat  Udang cherax yang terserang ditandai dengan timbulnya sekumpulan benang halus seperti kapas di tubuhnya.udang juga menjadi malas makan sehingga dapat menyebabkan kematian. Rendam udang cherax yang sakit dalam larutan Malachite Green 2-3 ppm selama 30-60 menit. Cara lain adalah dengan mengolesi udang cherax menggunakan Kalium Permanganat atau biasa disebut PK sebanyak 10 ppm.
Cacing Jangkar Timbul cairan atau lendir yang memanjang di insang. Udang akan kekurangan darah, menjadi kurus dan akhirnya mati Rendam dalam larutan garam dengan konsentrasi 20 gram/liter air selama 10-20 menit.
Argulus foliceus Awalnya timbul bercak merah pada tubuh udang. Parasit ini menyebabkan udang menderita anemia (kekurangan darah) dan akan kehilangan banyak darah sebelum akhirnya mati. Rendam dalam larutan lysol 1 ml yang dilarutkan dalam 5 liter air selama 15-60 detik. Setelah itu, rendam kembali udang dalam 1 gram kalium permanganat (PK) yang dilarutkan dalam 100 liter air selama 1,5 jam. Jika serangan sudah mencapai stadium puncak, bisa digunakan Neguven, Masoten, Lindane.

VI. PEMANENAN

 Pemanenan udang cherax bisa dilakukan dengan dua teknik, yaitu tanpa menguras dan dengan menguras air kolam. Jika tanpa menguras kolam, harus disiapkan perangkap yang disebut dengan bubu. Bubu ini terbuat dari bambu dengan dua lubang di setiap ujungnya. Kedua ujung bubu lebih kecil ketimbang bagian tengahnya. Dengan bentuk seperti ini, kecil kemugkinan udang cherax yang masuk akan bisa keluar lagi. Cara pemakaiannya, bubu diturunkan ke kolam dengan meletakkannya dibeberapa tempat. Sebelumnya, di dalam bubu itu diisi umpan berupa ikan yang telah mati. Pemberian umpan tersebut akan menarik lobster masuk ke dalam bubu, karena umpan mengeluarkan bau amis. Letakkan bubu pada sore hari dan bisa diambil pada pagi harinya.

        Pemanenan dengan cara menguras kolam bisa menggunakan dua teknik. Pertama, kolam didesain dengan membuat kamalir (kubangan/parit/got air di tengah kolam) sehingga ketika kolam dikuras, air hanya tersisa di kamalir sehingga lobster mudah ditangkap. Kedua, memanfaatkan aliran air. Siapkan kotak di tempat masuknya air sehingga ketika iar masuk ke dalam kotak, udang cherax akan mengikuti arah aliran air sehingga udang juga ikut masuk ke dalam kotak,.

 

 

 


VII. ANALISA USAHA

 Analisa usaha budidaya udang cherax (lobster air tawar) selama 1 siklus pemeliharaan (5 bulan) adalah sebagai berikut :

A. Investasi Rp. 200.000,-
Sewa lahan 100 m2 (6 bulan) Rp. 500.000,-
Perbaikan wadah (pengolahan tanah dasar, dinding) Rp. 100.000,-
B. Bahan dan Alat Rp. 34.205.000,-
Benih 10.000 ekor/MT @ Rp. 2.500 Rp. 25.000.000,-
Pakan 675 kg @ Rp. 9.000,- Rp.   6.075.000,-
Pupuk kandang 100 kg @ Rp. 3.000,- Rp.      300.000,-
Urea sebanyak 5 kg Rp.        25.000,-
SP 36, sebanyak 5 kg Rp.        25.000,-
Obat-obatan Rp.        50.000,-
Tenaga kerja 6 bulan @ Rp. 500.000,- Rp.  3.000.000,-
C. Total Investasi 6 bulan Rp. 200.000,- + Rp. 34.205.000,- Rp. 34.905.000,-
D. Penjualan Per  Siklus (SR 75 %) = 600 kg @ Rp. 125.000,- Rp. 75.000.000,-
E. Pendapatan Per Siklus (D-C) Rp.40.595.000,-

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Bachtiar, Y. 2006. Usaha Budi Daya Lobster Air Tawar di Rumah. Agro Media Pustaka. Jakarta

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. 2007. Petunjuk Teknis Budidaya Lobster Air Tawar (Cherax sp). Direktorat Produksi, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Departemen Kelautan dan Perikanan . Jakarta

Setiawan, C. 2006. Teknik Pembenihan dan Cara Cepat Pembesaran Lobster Air Tawar. Agro Media Pustaka. Jakarta

Patasik, S. 2006. Pembenihan Lobster Air Tawar Lokal Papua. Penebar Swadaya. Jakarta

Wiyanto, R.H, dan Hartono, R. 2004. Merawat Lobster Hias di Akuarium. Penebar Swadaya. Jakarta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s