MEDIA TERTAYANG


Penyuluhan perikanan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Media penyuluhan perikanan merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran bagi pelaku utama pada kegiatan penyuluhan. Pemanfaatan dan pemilihan media harus menjadi bagian penting yang harus dikuasai oleh seorang penyuluh perikanan, sehingga seorang penyuluh perikanan perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran.

Penyajian media yang menarik dipandang sulit dan pembelajaran masih sering teraibaikan dengan berbagai alasan, padahal media penyuluhan yang menarik akan membantu mengkomunikasikan informasi penyuluhan kepada sasaran. Media yang baik harus sesuai dengan kondisi sasaran, merupakan tujuan pembuatan media penyuluhan. Pemilihan media penyuluhan harus disesuaikan dengan situasi, kondisi, waktu, ketersediaan biaya dan sumberdaya pendukung serta perubahan lingkungan strategis.

 Pengertian Media

Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Pengertian umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan, sedangkan gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Beragamnya media memiliki karakteristik yang berbeda pula. Karena itu untuk setiap tujuan yang berbeda diperlukan media yang berbeda pula. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan penyuluhan ataupun pelajaran tadi sangat penting sebagai saluran, penyampaian pesan.

Media penyuluhan perikanan dapat diartikan sebagai segala bentuk benda yang berisi pesan atau informasi yang dapat membantu kegiatan penyuluhan perikanan.  Media penyuluhan perikanan berguna untuk mengefektfkan komunikasi antara sumber informasi dan penerima informasi.  Dalam penyuluhan perikanan penyampaian informasi dengna kata-kata tidak selalu dapat dimengerti, diperlukan media untuk membantunya. Media penyuluhan perikanan disebut juga sebagai alat bantu penyuluhan perikanan yang dapat dilihat, didengar, diraba, dirasa dan dicium dengan maksud untuk mempelancar komunikasi.

Manfaat Media Pembelajaran

Kemajuan teknologi perikanan saat ini semakin pesat, baik tehnologi produksi maupun tehnologi sosial ekonomi, Persaingan dalam berusaha dibidang perikanan semakin meningkat pula. Tuntutan untuk  meningkatkan kualitas produksi tidak dapat ditawar-tawar lagi. Tehnologi dan informasi yang berkaitan dengan hal-hal tersebut perlu disalurkan dengan cepat  dari sumber pesan kepada sasaran, yakni pelaku utama dan keluarganya serta masyarakat perikanan lainnya. Oleh karena itu peranan media penyuluhan perikanan semakin penting.

Disamping itu kegiatan penyuluhan perikanan berhadapan dengan keterbatasan-keterbatasan antara lain keterbatasan jumlah penyuluh, keterbatasan dipihak sasaran, misalnya tingkat pendidikan formal pelaku utama yang sangat bervariasi, keterbatasan sarana dan waktu belajar bagi pelaku utama. Untuk itu perlu diimbangi dengan meningkatkan peranan dan penggunaan media penyuluhan perikanan. Melalui media Penyuluhan Perikanan pelaku utama dapat meningkatkan interaksi dengan lingkungan sehingga proses belajar berjalan terus walaupun tidak berhadapan langsung dengan sumber komunikasi. Peranan media penyuluhan perikanan dapat ditinjau dari beberapa segi yakni dari proses komunikasi, segi proses belajar dan segi peragaan dalam proses komunikasi, segi proses belajar dan peragaan.

Peranan media penyuluhan perikanan sebagai saluran komunikasi (channel) dalam kegiatan penyuluhan perikanan.

1. Menyalurkan pesan/informasi dari sumber/komunikator kepada sasaran yakni pelaku utama dan keluarganya sehingga sasaran dapat menerapkan pesan dengan kebutuhannya.

2. Menyalurkan ”feed back”/umpan balik dari sasaran/komunikan kepada sumber/komuniukator sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan/ pengembangan dalam penerapan tehologi selanjutnya.

3. Menyebarluaskan pesan informasi kemasyarakat dalam jangkauan yang luas, mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.

4. Memungkinkan pelaksanaan penyuluhan perikanan secara teratur dan sistimatik.

Peranan media penyuluhan perikanan sebagai Media Belajar dalam kegiatan penyuluhan perikanan.

Pada tahap awal peranan penyuluh perikanan sangat dominan dalam kegiatan belajar pelaku utama, lama kelamaan berubah pelaku utama menjadi lebih dinamis mulai banyak belajar, melalui pengalaman. Melalui interaksi dengan lingkungannya dan memanfaatkan media penyuluhan perikanan. Sekarang penyuluh perikanan berperan sebagai mitra kerja pelaku utama, mendampingi dan membantu pelaku utama dalam memecahkan masalah yang dihadapi dilapangan bersama dengan pelaku utama lainnya melalui kegiatan kelompok tani.

Peranan media penyuluhan perikanan sebagai media belajar dalam kegiatan penyuluhan perikanan sebagai berikut:

Memberi pengalaman belajar yang integral dari kongkrit ke abstrak.

Pelaku utama belajar dimulai dari situasi nyata dilapangan melalui pengalam langsung sebagai contoh, kegiatan  Pembuatan kakaban untuk tempat menempelnya telur ikan dalam pemijahan ikan mas. Pelaku utama secara berkelompok belajar membuat kakaban yang baik, rapih dan bersih sesuai dengan aturan budidaya. Cara  belajar tersebut disebut cara belajar Lewat pengalaman (CBLP). Hasil pengamatan dicatat oleh pelaku utama, kemudian didiskusikan bersama secara priodik.

Selanjutnya pelaku utama belajar melalui berbagai media penyuluhan perikanan lainnya antara lain : spesimen, poster, leaflet, folder, gambar, slide, flm dan sebagainya. Materi pelajaran tidak terbatas pada hama/penyakit saja tetapi berkembang dengan materi yang terkait seperti ekologi tanaman, musuh alami, pemupukan, fisiologi tanaman dan sebagainya sampai panen. Dengan demikian memberi pengalaman yang luas dan terpadu. Pengalaman-pengalaman yang diperoleh dan kongkrit kearah abstrak penyuluh perikanan sebagai mitra pelaku utama berfungsi membantu/membimbing proses belajar tersebut.

Memungkinkan proses belajar dapat berlangsung secara terus menerus dan berkelanjutan.

Teknologi selalu berubah dan berkembangkarena itu media penyuluhan perikanan harus selalu menyalurkan pesan/informasi yang mutakhir. Siaran pedesaan misalnya adalah media penyuluhan perikanan yang harus selalu siap menyalurkan perkembangan tehnologi yang mutakhir tersebut.

Memungkinkan proses belajar secara mandiri.

Tersedianya berbagai macam media penyuluhan perikanan seperti: brosur, kaset rekaman, folder, leaflet, lembaran informasi perikanan (Liptan) dan lain-lain, memungkinkan untuk terjadinya proses belajar secara mandiri.

Iklan

3 Comments Add yours

  1. Zulkhairi berkata:

    materinya bgs pak..izin copy ya…hee

    Suka

    1. suksesmina berkata:

      masih banyak kekurangan dan dalam proses belajar menulis… kalo bermanfaat silahkan di copas

      Suka

  2. Zulkhairi berkata:

    Materinya bagus pak izin d copy ya…..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s