PROFIL USAHA KELOMPOK  USAHA BERSAMA (KUB) NEGERI PATIN

Sekretariat Kelompok Usaha Bersama (KUB) beralamat di  Jln. Syekh Ja’far Dusun  III Kampung Baru,  Desa Koto Mesjid Kecamatan Koto Mesjid Kabupaten Kampar Provinsi Riau  merupakan salah satu kelompok yang terbilang maju di kawasan Sentra Patin di Provinsi Riau. Kelompok ini berdiri pada Tahun  2008 yang di sahkan dengan keputusan SK pembentukan 08/KPTS/KM/07/2006.

Sejarah terbentuknya kelompok berawal ketika usaha budidaya mulai tumbuh sehingga muncul permasalahan seperti keulitan memperoleh bibit ikan patin, tingginya harga pakan, kesulitan pemasaran dan ketidak stabilan harga sehingga dipandang perlu adanya kelompok usaha bersama, sehingga pada tahun 2008 mulai dibentuk KUB Negeri Patin yang terus mengalami perkembangan sampai saat ini.

Seiring dengan semangat yang mendorong akselerasi percapaian kegiatan.  Visi kelompok, Menjadikan KUB Negeri Patin sebagai wadah pengembangan usaha perikanan terpadu serta melalui kegiatan usaha perikanan dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok khususnya dan masyarakat desa pada umumnya. Misi kelompok, Peningkatan kapasitas anggota kelompok dalam pelaksanaan usaha dan bermasyarakat, transpormasi dan penerepan teknologi serta inovasi usaha kelompok.

Tujuan KUB Negeri Patin sangat focus dalam mengembangkan kemandirian kelompok dengan melibatkan seluruh anggota dalam setiap kegiatan, seperti pertemuan pembinaan, Temu Teknis, Pelatihan-pelatihan teknis dan manajerial serta kegiatan lainnya yang terkait dengan peningkatan kapasitas kelompok. Selain peningkatan SDM, kelompok juga focus mengembangkan kegiatan usaha yang terdiri dari Bidang Pembenihan, Bidang Budidaya, Bidang Pakan, Bidang Pengolahan Hasil.

Kelompok Usaha Bersama (KUB) Negeri Patin  mengembangkan kegiatan sesuai dengan tujuan sebagai  wadah pembelajaran seperti kegiatan pertemuan kelompok secara berkala. Pertemuan tersebut bertujuan untuk merencanakan dan mengevaluasi kegiatan kelompok, pemilihan pengurus dan pembinaan dari Penyuluh Perikanan. KUB Negeri Patin memiliki Pusat Pelatihan internet (gratis) untuk masyarakat disekitar kelompok. Selain itu dalam hal pembelajaran kelompok, KUB  Negeri Patin menjadi Pusat Pelatihan dan Magang bagi pelaku usaha/pelaku utama, Pelajar, Mahasiswa dan stakeholder perikanan baik yang berasal dari Provinsi Riau sendiri maupun yang berasal dari luar provinsi.

Dalam fungsi kerjasama KUB Negeri Patin telah banyak melakukan kerjasama, baik dalam kelompok itu sendiri maupun dengan pihak lain diluar kelompok seperti dengan pihak penyedia/penghasil teknologi (BBAT Jambi), Lembaga Keuangan (Bank, Koperasi), Perusahaan (CSR) dan kelembagaan lainnya yang mendukung usaha kelompok. Untuk meningkatkan efisiensi usaha, pengadaan sarana kelompok dikembangkan juga secara mandiri oleh kelompok seperti Unit Produksi Pakan dan sarana produksi lainnya.

Untuk mengembangkan usaha perikanan lebih besar serta terintegrasi, kelompok berinisiatif untuk mengembangkan usaha perikanan secara terpadu. Usaha yang dikembangkan kelompok meliputi Usaha Pembenihan, Pembesaran Ikan, Produksi Pakan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Usaha kelompok juga berkebang menjadi usaha yang lebih produktif yang menguntungkan setelah pemerintah membangun Unit Pengolahan Ikan yang sangat representative di Koto Kampar yang menjadi kawasan KUB Negeri Patin.

Kegiatan lain yang dilaksanakan oleh kelompok dalam rangka mengembangkan fungsi kelompok sebagai wadah swdaya dan swadana antara lain dengan mengembangkan kembali pola “Gotong-Royong” dalam kegiatan usaha, seperti persiapan kolam, pemanenan, kegiatan yang sifatnya seremonial, walaupun beberapa peralatan sudah menggunakan mesian, peran swadaya tetap dikembangkan. Untuk mengembangkan swadana dibuat dana simpan pinjam yang akan membantu para anggota menyediakan modal usaha.

Upaya KUB Negeri Patin tidak percuma dari beberapa usaha yang dikembangkan secara terintegrasi terakumulasi Omzet tahunan sekitar Rp. 3.214.000.000 yang diperoleh sebagaian besar dari usaha pembesaran ikan patin dan pengolahan Salai (Patin Asap) yang cukup digemari oleh masyarakat di Provinsi Riau maupun masyarakat di Sumatera pada umumnya.

Penghargaan atas prestasi dan kerja keras kelompok dalam mengembangkan SDM dan usaha perikanan telah berbuah manis, beberapa penghargaan dari tingkat Desa, Kabupaten, Provinsi dan Nasional telah didapat. Penghargaan yang paling bergengsi dalam bidang Pengembangan Usaha Pembenihan adalah mendapatkan sertifikasi dari Dirjen Perikanan Budidaya, Penghargaan terhadap ketua kelompok dalam Adibakti Minabahari dan Penghargaan CSR terbaik Tingkat Nasional yang menjadikan Koto Masjid menjadi Kampung CSR Telkom Percontohan Tingkat Nasional.

Manajemen yang baik dalam menjalankan usaha kelompok tidak terlepas dari peran pengurus yang mengendalikan jalannya organisasi kelompok, untuk itu KUB Negeri Patin memilih pengurus kelompok sejak berdiri Tahun 2008, dengan Ketua Suhaimi, S.Pi; Wakil Ketua Genefer Siddik, S.Pi; Bendahar Firman Edi, Sekretaris Doni Maryadi, S.Pt; Seksi Pembenihan Poniman, S.P dan Shrul; Seksi Budidaya Waternis dan Firdaus; Seksi Pakan Nurnalis, Wancandra, Aprijaon; Seksi Pengolahan Nani Widiawati, Jabarullah, M. Rizal, Badrus, Rina Hartati, Dewi Maryati, Marlina; Seksi Pemasaran Jupril dan Marlan.

Bidang Usaha yang dikembangkan oleh kelompok meliputi Bidang Pembenihan, Bidang Budidaya, Bidang Pakan, Bidang Pengolahan Hasil dan Pemasaran Hasil dengan Rincian sebagai berikut:

1. Bidang Pembenihan

Fasilitas bangunan untuk kegiatan Pembenihan sebanyak  2 unit yang sudah dilengkapi dengan peralatan modern (mendapat sertifikat “A” dari KKP). Teknologi yang dikembangkan berupa teknologi  Kawin Suntik dengan kapasitas produksi       1.200.000 ekor/bulan yang semakin berkembang sesuai dengan permintaan pasar.  Produksi saat ini sekitar 800.000 –1.000.000 ekor/bulan. Harga jual benih Rp. 160,-/ekor (ukuran 1 inci) yang dipasarkan 30 % kelompok, 60 % diluar kelompok dlm satu kawasan dan 10 % diluar kawasan. Potensi pengembangan usaha pembihan ini sangat menanjanjikan karena biaya produksi relative kecil dan perputaran biaya operasional dan investasi kecil. Untuk mendukung usaha pembenihan, kelompok telah bekerjasama dengan Balai Budiaya Air Tawar (BBAT) Jambi dalam pengembangan Induk Unggul Hasil Seleksi yang dapat digunakan secara optimal menjadi induk unggul pada tahun 2013.

2. Bidang Budidaya

Jumlah kolam yang dimiliki kelompok sebanyak  80 unit dengan luas kolam keseluruhan             sekitar 15 Ha. Kapasitas produksi  minimal  4 ton/hari, produksi saat ini sebanyak 3 (tiga) ton/hari. Kegiatan budidaya di KUB Negeri Patin telah Bersertifikat (CBIB). Harga  ikan konsumsi dibagi 2 (dua) jensi, untuk bahan baku asap Rp. 13.000,-/kg sedangkan untuk konsumsi segar Rp. 15.000,-/kg. Sumber air untuk kegiatan budidaya menggunakan sumur bor (Artesis) dengan kedalaman air 1,5-2 m. Jenis pakan yang digunakan berupa pakan komersial pabrik dan pakan buatan kelompok (dengan presentase lebih besar).

3. Bidang Pengolahan Pakan

KUB Negeri Patin memiliki prioritas pengembangan efisiensi usaha melalui penghematan cost produksi dengan membuat pakan berkualitas yang dihasilkan secara mandiri oleh kelompok. Sarana yang dimiliki untuk usaha produksi pakan berupa mesin pellet sebanyak  8 unit dengan kapasitas produksi sebesar 16 ton/hari (produksi  rata-rata sekarang ini sekitar 12 ton/hari). Pakan yang dihasilkan oleh kelompok berkualitas baik dengan kadar protein     27%, FCR : 2:1. Bahan local yang digunakan berupa dedak halus sebanyk  50%, ikan rucah 45% dan bungkil kelapa 5%. Produksi pakan sepenuhnya digunakan untuk keperluan kelompok.

4. Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil

Produk olahan ikan patin yang dikembangkan oleh KUB Negeri Patin sebagian besar berupa ikan salai dan nugget. Untuk ikan salai (patin asap) bahan baku yang digunakan berupa ikan patin segar (ukuran 2,5 gr-5 gr). Produksi salai patin sebanyak 1,2 ton salai kering dari 4 ton bahan baku ikan patin segar dengan harga Rp. 60.000/kg. Untuk produk nugget patin bahan baku utama berupa daging ikan segar dengan kapasitas produksi 640 kg/bulan dengan harga penjualan Rp. 40.000,-/kg. kedua komoditas ini sangat diminati oleh masyarakat di Kabupaten Kampar.  Pemasaran  disesuaikan menurut segmentasi pasar sesuai dengan permintaan konsumen. Sasaran pemasaran dalam provinsi Riau, Luar Provinsi Riau, Luar Negeri (ekspor).

Kelompok KUB Negeri Patin memang perlu menjadi teladan kelompok pelaku utama diaerah lain. Semangat yang tinggi dengan kedisiplinan dan tentunya pembinaan dari Penyuluh Perikanan menajdikan kelompok sesuai dengan visi dan misinya mengantarkan anggotanya dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. KUB Negeri Patin mampu memberdayakan anggotanya dari kampung yang tidak ada budidaya patin menjadi sebuah kawasan yang memiliki bisnis perikanan terintegrasi dengan pendapatan masyarakat minimal Rp.12.000.000/bulan. Ada yang mencolok dari kehidupan ekonomi masyarakat di Desa Koto Masjid yang semula hanya memiliki satu atau dua mobil saja di kampung tersebut, sekarang hanya tersisa beberapa orang itu barangkali sebagai gambaran kesuksesan kelompok ini dalam mengembangkan bisnis perikana.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s