PROFIL KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN “LELE DUMBO”


PROFIL KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN “LELE DUMBO”

           Kelembagaan pelaku utama perikanan merupakan kumpulan para pelaku utama yang terdiri dari nelayan, pembudi daya ikan, dan pengolah ikan yang terikat secara informal atas dasar keserasian dan kebutuhan bersama serta di dalam lingkungan pengaruh dan pimpinan seorang ketua kelompok pelaku utama kelautan dan perikanan. Kelompok ini dimasa lalu banyak sekali jumlahnya dan bisa menjadi perangkat pembangunan berbagai kelembagaan (kementerian) pada Pemerintah Pusat sampai Daerah.

           Lepas Upaya peningkatan kemandirian kelompok tidak terlepas dari peran penyuluh perikanan yang menjdi patner kelembagaan pelaku utama. Ada 2 hal penting dalam mendorong terbentuknya kelompok pelaku utama yang mandiri dan berdaya yaitu proses penumbuhan yang partisipatif dan pengembangan yang berkelajutan. Penumbuhan  kelembagaan pelaku utama adalah proses inisiasi dan fasilitasi tumbuhnya suatu kerjasama yang bersumber dari kesadaran pelaku utama dengan cara bergabung dalam kelompok untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan prinsif kesamaan kepentingan, sumberdaya alam, sosial ekonomi, keakraban, saling mempercayai, dan keserasian hubungan antara pelaku utama, sehingga dapat merupakan faktor pengikat untuk kelestarian kehidupan berkelompok, dimana setiap anggota kelompok dapat merasa memiliki dan menikmati manfaat sebesar-besarnya dari apa yang ada dalam kelompok.

           Pengembangan kelembagaan Pelaku utama adalah upaya mewujudkan kelembagaan pelaku utama yang dinamis, dimana para pelaku utama mempunyai disiplin, tanggungjawab dan terampil dalam kerjarsama mengelola kegiatan usahanya, serta dalam upaya meningkatkan skala usaha dan peningkatan usaha kearah yang lebih besar dan bersifat komersial, kelompok pelaku utama dikembangkan melalui kerjasama antar kelompok dengan membentuk gabungan kelompok perikanan (Gapokkan), Asosiasi dan Korporasi. Undang-Undang 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan menyatakan, yang dikatakan Pelaku utama kegiatan perikanan adalah nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, pemasar hasil perikanan, dan masyarakat yang melakukan usaha dibidang kelautan dan perikanan beserta keluarga intinya.

           Kelompok Lele Dumbo merupakan salah satu kelompok  yang berada dikawasan kepulaun dengan komoditas perikanan air tawar yang memberikan warna dalam usaha perikanan budiaya didaerah kepulaun yang minim dengan pasokan ikan air tawar. Kehadiran Kelompok Lele Dumbo yang beralamat di Jln. Gesek No. 6 Km 21 Dusun Gesek Desa Tuapaya Asri Kec. Tuapaya Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau menjadi harapan.

          Kelompok Lele Dumbo berdiri pada Tahun 2011 dengan nomor SK Pembentukan kelompok 523/KTPA/071 dan surat keterangan dari Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bintan, Nomor 690/BPPKP-SET/SET/X/2011.

          Sejarah terbentuknya kelompok Lele Dumbo bermula dari keinginan yang sama antara komunitas pembudidaya ikan di Tuapaya Asri untuk membuat perkumpulan pembudidaya. Pada awal pembentukan kelompok belum berjalan dengan baik, setelah melalui proses yang cukup panjang untuk menentukan pengurus, akhirnya terpilih beberapa orang kepengurusan. Akhirnya kelompok Lele Dumbo terbentuk dengan mengakomodasi kepentingan anggotanya sesuai dengan visi dan misi kelompok yang menjadi tujuan dan cita-cita luhur para anggotanya.

          Visi kelompok Lele Dumbo –Mendukung Kabupaten Bintan sebagai Sentra Perikanan yang Tangguh dan Mandiri. Tangguh memiliki pengertian penggunaan sumberdaya secara optimal; respon terhadap permintaan dan mampu menerapkan teknologi tepat guna; mampu menghadapai perubahan harga, lingkungan strategis; produktivitas usaha yang efisien dan berkelanjutan; keberlangsungan usaha yang dapat dinikmati oleh semua pelaku  yang terlibat dalam jalinan bisnis; adaptasi terhadap perubahan lingkungan strategis yang mempengaruhinya.

          Mandiri tidak tergantung pada kekuatan dan kemapuan pihak lain; dapat melakukan kerjasama dengan pihak lain yang saling menguntungkan; memiliki kemampuan untuk dapat mengakses teknologi dan permodalan dan memiliki kemampuan dalam memanfaatkan potensi sumberdaya local secara optimal.

Misi kelompok Lele Dumbo: Meningkatkan produksi budidaya guna menyediakan bahan pangan asal perikanan yang menjamin baik mutu, jumlah dan kontinyuitasnya dengan harga yang terjangkau; Mewujudkan sumber daya manusia perikanan dan kelembagaan kelompok perikanan yang tangguh dan mandiri; Meningkatkan daya saing produk perikanan Kabupaten Bintan dan Memafaatkan potensi sumberdaya local secara optimal dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

Adapun yang menjadi tujuan dari kelompok Lele Dumbo antara lain:

  1. Membina kelompok Lele Dumbo untuk mewujudkan tujuan bagi semua anggota, membina tanggung jawab dan kepedulian terhadap pembangunan
  2. Membina kelompok untuk menggunakan lahan tidak produktif guna mempercepat pembangunan kelautan dan perikanan
  3. Mempelopori penggunaan teknologi dalam pengembangan budidaya perikanan yang maju dan mandiri
  4. Membina kerukunan antar pelaku utama perikanan dalam komunitas kelompok yang saling bersinergi satu sama lain
  5. Memperikan perlindungan hokum terhadap pembudidaya perikanan
  6. Melakukan usaha-usaha lain yang berguna dan bermanfaat serta menunjang bagi kelompok dan masyarakat

Kepengurusan kelompok sebagai perwujudan dinamika organisasi kelompok menjadi penentu dalam perkembangan setiap kelembagaan pelaku utama. Kelompok yang tangguh dan mandiri kemungkinan besar ditopang oleh sosok peminpin kelompok yang bisa mengarahkan anggotanya sesuai dengan visi dan misi kelompok. Sejak dibentuk kelompok Lele Dumbo kelola oleh pengurus yang terdiri dari Ketua Irwan Parman; Sekretaris Karno, Bendahara Arguswita dengan 10 anggota lainnya.

Kegiatan yang dilaksanakan kelompok meliputi kegiatan rutin seperti pertemuan rutin berupa rapat kelompok yang dilaksanakan setiap 2 minggu sekali.  Kegiatan ini sebagai pembinaan yang ditekankan pada peningkatan kualitas SDM anggota kelompok, mendorong peningkatan produktifitas dan aksesiblitas terhadap teknologi. Pertemuan ini sebagai media pembinaan dari penyuluh perikanan dan petugas teknis dinas, hal ini sangat penting dalam menjaga kekompakan kelompok dan memacu peningkatan produksi (terutama) ketika permintaan tinggi.

Modal awal yang dikembangkan untuk oleh kelompok sebesar Rp. 100.000.000 yang ditambah dengan perlengkapan/sarana produksi seperti mesin pellet, pompa, bak fiber, induk dan saprodi lainnya. Kelompok Lelel Dumbo tergolong kelompok dalam katagori pemula, sehingga masih banyak dibantu secara teknis dan bantuan lain oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau.

Produksi ikan lele yang dihasilkan kelompok berupa benih sebanyak 300.000 ekor per bulan dan lele konsumsi sebanyak 10 ton/bulan. Pemasaran hasil budidaya dengan sasaran pasar local, terutama untuk memenuhi permintaan warung pecel lele dan rumah makan seafood. Keberadaan kelompok Lele Dumbo yang tergolong masih sangat muda, telah menjadi harapan baru bagi pembudidaya di Desa Tuapaya Asri dan Kabupaten Bintan pada umumnya untuk terus mengembangkan budidaya ikan dan membantu pembudidaya meningkatkan taraf hidupnya. Perkembangan yang cukup menggembirakan usaha budidaya lele yang dikelola oleh anggota kelompok Lele Dumbo memberikan tambahan penghasilan sekiatar 2.500.000-3.000.000/bulan. Omzet kelompok Lele Dumbo pada  akhir tahun 2011 tercatat Rp. 180.000.000. Adanya tambahan pendapatan tersebut cukup membantu masyarakat untuk mendapatkan tambahan pendapatan bahkan bisa menjadi penghasilan utama yang terus meraup untung dari bisnis ikan berkumis ini. Semoga kelompok Lele Dumbo walalupun tergolong kelompok yang baru, bisa memberikan inspirasi kepada kelembagaan pelaku utama lain untuk mengembangkan usaha perikanan yang produktif, inovatif dan berkontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan peningkatan jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan terutama didaerah (pedesaan).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s