Profil Kelompok Raja Lele


 

gempitaKelompok Pelaku Utama ’Tiga Raja” beralamat di Dusun Kayu Ara, Desa Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru – Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kelompok ini berdiri pada tanggal 1 Juni 2006 dengan SK Pembentukan Kelompok Pemula NO. 01/2013/2010.

Pembentukan kelompok budidaya TIGA RAJA merupakan bentuk dukungan masyarakat yang sadar akan budidaya ikan air tawar serta pemanfaatan kolong penambangan eks timah kurang lebih selama 3 tahun dibiarkan sehingga dapat menjadai potensi pengembangan usaha budidaya ikan air tawardan program pembinaan kelompok yang digiatkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah, sadar akan pentingnya kelompok ini TIGA RAJA tetap eksis untuk mempertahankan tujuan dan dasar dibentuknya kelompok yang dibentuk dari tahun 2006 hingga sekarang.

Visi kelompok ” Menjadikan kelompok TIGA RAJA menjadi sentra penyuplai ikan konsumsi di provinsi Kepulauan Bangka Belitung”  dengan Misi kelompok ”Dapat memenuhi konsumsi ikan air tawar di Bangka Belitung”. Kelompok ini meningkatkan ekonomi masyarakat melalui kegiatan budidaya ikan air tawar dan mengembangkan potensi alam yang tersedia di Desa Jeruk sehingga tercapai produksi yang baik. Kelompok ini memiliki fungsi sebagai wadah proses pembelajaran, pertemuan kelompok pokdakan, pembinaan kelompok, rapat koordinasi UPP. Wahana kerja sama (Tersedianya Sarana dan Prasaranan Perikanan, Menumbuhkan Pemasaran Hasil Perikanan, Pemanfaatan Usus Ayam, Ikan Rucah dan alternatif lainnya, Terjalin hubungan bisnis dengan PT. CPP). Sebagai Unit Penyedia Sarana dan Prasarana Produksi Perikanan (kelompok menyediakan Waring, Pakan, Obat, Kayu, Papan).

Kelompok ini diketuai oleh Jhon Hendri, Sekretaris Men Kho dan bendahara Mateus Ciw Men Kho. Beberapa aturan yang disepakati di kelompok ’Tiga Raja” antara lain Keputusan Kelompok merupakan keputusan bersama yang diambil secara musyawarh dan mufakat serta Pendanaan kelompok dilakukan secara individu dan tetap di awasi penggunaannya oleh ketua. Dalam kegiatan pendampingan, kelompok didukung oleh peranan penyuluh perikanan dan instansi pembina dari Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Tengah dan BP4K Bangka Tengah. Kelompok selama ini sudah terbiasa melaksanakan pertemuan rutin dengan agenda pertemuan yaitu koordinasi dan konsultasi serta berdiskusi mengenai permasalahan yang dihadapi oleh kelompok, sama-sama untuk evaluasi apa kekurangan yang terjadi pada individu kelompok, dengan memperoleh poin permasalahn tersebut untuk dipecahkan bersama dengan musyawarah.

Budidaya perikanan usaha yang cepat berkembang, prospek pasar yang penyerapannya tinggi, tingginya konsumsi ikan air tawar diwilayah Kep. Bangka Belitung, menjadi potensi untuk pengembangan usaha budidaya ikan, saat ini kelompok merambah ke usaha pembenihan, untuk memenuhi kebutuhan benih untuk kelompok.

Pada tanggal tanggal 5 Maret 2012 Kelompok ditetapkan sebagai kelompok terbaik tingkat provinsi oleh panitia dari Kementrian kelautan dan perikanan Tiga Raja terpilih sebagai kelompok terbaik Gerakkan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Perikanan (Gempita) dari Provinsi Bangka Belitung, menjadi wakil Bangka Belitung ini bersama dua kelompok lain dari Bengkulu dan Sumatera Barat yaitu kelompok Pandan Serumpun Kabupaten Agam Propinsi sumatera Barat dan kelompok Mandiri berkah kota Bengkulu Propinsi Bengkulu. Sebagai kelompok terbaik, mereka selanjutnya berhak maju sebagai peserta lomba tingkat Regional I Nasional tahun 2012  yang diselenggarakan oleh kementerian kelautan dan perikanan di Padang. Kerja keras dan kesungguhan dari semua pengurusa dan anggota kelompok serta lepas dari support dan pembinaan yang dilakukan DKP Bateng (khususnya dari Pembinaan Penyuluh Perikanan).

Pada pelaksanaan lomba Kelompencapir pada rangkaian acara Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Perikanan. Calon peserta lomba yang diseleksi adalah kelompok pelaku utama / usaha yang bergerak dibidang usaha budidaya ikan, penangkapan ikan, pengolahan hasil perikanan dan produksi garam rakyat. Dengan beberapa tahapan seleksi dari tingkat provinsi, tingkat regional dan final. Calon peserta seleksi tingkat regional I adalah kelompok terbaik  yang diusulkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, pada regional I yang terdiri dari provinsi aceh, sumatera utara, riau, kepulauan riau, sumatera barat, jambi, sumatera selatan, bangka belitung, bengkulu, lampung.

Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Perikanan (GEMPITA) regional I dilaksanakan melalui kegiatan Lomba Kelompencapir. Lomba Kelompencapir dalam rangka Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Perikanan dilaksanakan pada tanggal 8-10 April 2012 bertempat di Hotel Pangeran City Jl. Doby No 3-5 kota padang-sumatera barat. Penjelasan lomba dan penilaian pendalaman dilakukan pada tanggal 8-9 April 2012 dan lomba inti dilakukan tanggal 10 April 2012 bertempat dipelabuhan perikanan samudera bungus-padang-sumatera barat  (penilaian performance dan penilaian oleh audiens). Peserta Kegiatan Lomba Kelompencapir Regional I sebanya 3 kelompok Pelaku Utama/Usaha Perikanan,yang merupakan kelompok terbaik dari perwakilan provinsi : Sumatera Barat, Bangka Belitung, Bengukulu.

Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Perikanan yang selanjutnya disebut GEMPITA adalah kegiatan Lomba Kelompok Pendengar Pembaca dan Pemirsa Industrialisasi Perikanan Landasan Pelaksanaan Kegiatan GEMPITA (Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Perikanan) Adlah surat keputusan Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.23/BPSDMKP/2012 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Perikanan (GEMPITA) Tahun 2012.

Menjadikan Indonesia penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar didunia pada tahun 2015, sebagaimana Visi Kementerian Kelautan dan Perikanan pastilah bukan pekerjaan satu atau dua orang saja. Ini pekerjaan besar dan diyakini hanya mungkin terwujud bila seluruh pemangku kepentingan khusususnya masyarakat pelaku utama dan/atau pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan menyatukan langkah serta memastikan target yang disepakati agar tidak bergeser. Oleh karena itu, memilih langkah yang dapat diwujudkan sebagai upaya mendorong keikutsertaan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya hayati kelautan dan perikanan menjadi hal yang penting dan mendesak.

Satu diantara berbagai langkah yang dapat dipilih adalah mengedepankan keberhasilan pelaku utama dan/atau pelaku usaha dalam meningkatkan nilai tambah usaha sektor kelautan dan perikanan sehingga dapat memotivasi kelompok lainnya dalam bentuk suatu gerakan berskala nasional yang memberi semangat enterpreneur secara masif; untuk mendukung pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan dengan konsepsi Industrialisasi Perikanan. Seiring dengan adanya konsepsi pembangunan perikanan yang mengarah pada Industrialisasi Perikanan, diperlukan sebuah Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Perikanan (GEMPITA) sebagai jawaban untuk mengejar percepatan IPTEK dan perkembangan bisnis. Sehingga dapat mendorong pengembangan masyarakat secara bersama menjadi pelaku dalam mewujudkan Kesejahteraan bagi masyarakat sektor kelautan dan perikanan yang juga merupakan Misi Kementerian Kelautan dan Perikanan. Masyarakat Industrialisasi Perikanan yang dimaksudkan dalam hal ini adalah pelaku utama dan/atau pelaku usaha yang berada pada kawasan potensi perikanan dengan percepatan peryumbuhan dibidang ekonomi khususnya bidang Kelautan dan Perikanan.

Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Perikanan memiliki tujuan untuk memberikan apresiasi kepada kelompok pelaku utama dan/atau pelaku usaha atas peran sertanya dalam upaya mengembangkan kelompok dan usaha perikanan yang telah menjadi contoh bagi kelompok usaha perikanan lainnya; Mengakselarasi dinamika kelembagaan pelaku utama dan/atau pelaku usaha dalam berorganisasi dan memberikan motivasi kelompok pelaku utama dan/atau pelaku usaha serta pemangku kepentingan bidang kelautan dan perikanan agar terus berkarya dalam kerangka mendorong perwujudan Industrialisasi Perikanan; Mempercepat penyampaian informasi program kementerian Kelautan dan Perikanan, perolehan umpan balik dan penyamaan persepsi untuk penguatan sektor Kelautan dan Perikanan.

Melalui tujuan tersebut Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Perikanan diharapkan mampu membidik sasaran yang diharapkan yaitu:

  1. Kelompok pelaku utama dan/atau pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan terbaik di 33 provinsi
  2. Penyuluh perikanan dari 33 provinsi
  3. Aparatur pemerintah dari 33 provinsi
  4. Stakeholder bidang kelautan dan perikanan lainnya dari 33 provinsi

Pada pelaksanaan lomba Kelompencapir pada rangkaian acara Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Perikanan. Calon peserta lomba yang diseleksi adalah kelompok pelaku utama / usaha yang bergerak dibidang usaha budidaya ikan, penangkapan ikan, pengolahan hasil perikanan dan produksi garam rakyat. Dengan beberapa tahapan seleksi dari tingkat provinsi, tingkat regional dan final. Calon peserta seleksi tingkat regional I adalah kelompok terbaik  yang diusulkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, pada regional I yang terdiri dari provinsi aceh, sumatera utara, riau, kepulauan riau, sumatera barat, jambi, sumatera selatan, bangka belitung, bengkulu, lampung.

Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Perikanan (GEMPITA) regional I dilaksanakan melalui kegiatan Lomba Kelompencapir. Lomba Kelompencapir dalam rangka Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Perikanan dilaksanakan pada tanggal 8-10 April 2012 bertempat di Hotel Pangeran City Jl. Doby No 3-5 kota padang-sumatera barat. Penjelasan lomba dan penilaian pendalaman dilakukan pada tanggal 8-9 April 2012 dan lomba inti dilakukan tanggal 10 April 2012 bertempat dipelabuhan perikanan samudera bungus-padang-sumatera barat  (penilaian performance dan penilaian oleh audiens). Peserta Kegiatan Lomba Kelompencapir Regional I sebanya 3 kelompok Pelaku Utama/Usaha Perikanan,yang

Bobot nilai yang diberikan pada tahap pendalaman portofolio adalah 50% tahap performance terdiri atas penilaian oleh tim juri 30% dan penilaian oleh audiens 20%, sedangkan pada tahap penilaian portofolio tidak diberikan bobot penilaian akan tetapi cenderung menilai tingkay kelengkapan portofolio yang dimiliki peserta. Tim juri pada lomba kelompencapir GEMPITA Regionla I terdiri dari DR. Lenny S. Syafei.MS (BPSDM KP Kementerian Kelautan dan Perikanan), DR. Alfian Zein (Fakultas Perikanan Universitas Bung Hatta), dan Ir. Nursal (Pengusaha Bidang Perikanan).

Berdasarkan perolehan hasil nilai yang dikumpulkan oleh masing-masing peserta dari seluruh tahapan lomba, makan tim juri memutuskan dan menetapkan kelompok “Mandiri Berkah” dari provinsi bengkulu sebagai pemenang atau terbaik dari Lomba Kelompencapir Minapolitan Regional I. Kelompok yang ditetapkan sebagai pemenang berhak untuk mengikuti final Lomba Kelompencapir Minapolitan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s