PEMBESARAN IKAN BAUNG


240px-Mystu_plani_080519_9414_ckoepUsaha budidaya ikan baung memiliki prospek yang manjanjikan dimasa kini dan masa yang akan datang. Usaha yang sudah memiliki support dari sisi pengembangan pembenihan. Usha perikanan khususnya budidaya air tawar memiliki karakter jumlah produksi yang cepat dengan harga yang lebih murah. Karakter ini agak berbeda dengan budidaya ikan baung yang harus dibudidayakan selama 7-12 bulan tergantaung ukuran benih yang ditebar dengan harga jual yang menjanjikan. Harga jual baung konsumsi. Usaha pembesaran ikan baung dapat dilakukan di dalam keramba maupun di kolam air tenang.

A.Pembesaran Ikan dalam Karamba

Pembesaran ikan baung di dalam karamba sudah lama dikenal di Indonesia. Cara pembesaran ikan baung di dalam karamba ini timbul karena di daerah tersebut banyak tinggal pedagang-pedagang ikan yang menjual ikannya di pasar-pasar terdekat. Ikan yang tidak laku dijual disimpan di dalam keranjang-keranjang kecil dan diletakkan di sungai atau parit-parit dekat rumah mereka. Dari model penyimpanan ikan seperti inilah kemudian muncul usaha pembesaran ikan di dalam karamba dengan berbagai bentuk dan cara penempatannya. Di beberapa daerah di Indonesia pembesaran ikan di dalam karamba telah menjadi mata pencaharian dan dapat memberikan penghasilan yang cukup besar.

Bentuk Karamba

Berdasarkan bentuknya, karamba di Indonesia mempunyai dua bentuk, yaitu karamba berbentuk empat persegi panjang dan karamba berbentuk bundar panjang. Karamba yang berbentuk empat persegi panjang ada yang memanjang dan ada pula yang berbentuk kotak.
Karamba berbentuk empat persegi panjang umumnya terbuat dari papan, bilah bambu, atau bambu bulat, sedangkan karamba yang berbentuk kotak terbuat dari kawat ayam atau jarring


PenempatanKaramba

Penempatan karamba dapat dilakukan di sungai, di danau, di rawa-rawa, dan di saluran irigasi. Untuk menentukan lokasi yang baik bagi penempatan karamba, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Lokasi penempatan karamba cukup aman dan tidak mengganggu masyarakat yang biasa menggunakan air, dimana karamba ditempatkan. Lokasi penempatan keramba terhindar dari segala macam gangguan baik dari manusia, binatang, maupun lalu lintas.Perairan tempat pemasangan karamba hams cukup medapatkan oksigen. Kebutuhan oksigen bagi ikan memang tidak perlu terlalu tinggi, tetapi yang paling penting adalah kontinuitas oksigen tersebut.

Suhu dan kualitas air di mana karamba kita tempatkan harus sesuai dengan kebutuhan ikanjuga perlu diperhatikan dalam penentuan penempatan karamba. Suhu optimal bagi ikan baung adalah 27°C – 33°C. Perbedaan suhu pada siang dan malam hari yang ideal bagi kehidupan ikan baung adalah tidak lebih besar dari 5°C.

Air di lingkungan karamba tidak begitu banyak mengalami guncangan suhu. Guncangan suhu pada perairan yang dangkal biasanya cukup besar, maka penempatan karamba perlu mempertimbangkan kedalaman air. Ikan baung termasuk jenis ikan yang mempunyai toleransi kisaran kualitas air yang luas, sehingga ikan ini sangat potensial dan mudah untuk dibudidayakan. Selain unsur-unsur tersebut di atas, ada beberapa faktor teknis yang juga penting untuk diperhatikan, misalnya tempat karamba bukan merupakan jalur lalu lintas, terhadang dari terjangan ombak, tidak kering waktu air surut atau tidak sering dilanda banjir, bebas dari bahan pencemaran, cukup jauh dari pusat kegiatan, tidak mempunyai lumpur yang tebal, lokasi tidak jauh dari rumah pemilik dan tempat penjualan ikan.

Penebaran Benih

Salah satu faktor penentu keberhasilan pembesaran ikan baung adalah kualitas benih yang ditebarkan. Oleh karena itu, benih yang akan ditebar harus dipilih/diseleksi yang memenuhi syarat sebagai berikut : benih berwarna terang, lincah, sehat, tidak ditemukan luka di tubuh maupun di siripnya.Penebaran benih dilakukan pada waktu pagi hari dan sore hari pada saat udara dan air masih sejuk sehingga air karamba sama sejuknya dengan air dalam wadah pengangkutan. Penebaran benih ikan memeriukan kesabaran dan teknik tersendiri agar benih dapat segera beradaptasi dengan lingkungan air kolam.

Penebaran benih ikan dapat dilakukan dengan cara merendam terlebih dahulu kantong plastik yang berisi benih di karamba yang akan digunakan selama 5 menit. Air dalam karamba ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam kantong plastik atau wadah pengangkutan benih. Kemudian, kantong benih dilepaskan/dibalikkan hingga seluruh benih ikan di dalamnya keluar dengan sendirinya. Jumlah benih yang ditebarkan untuk ikan baung berukuran 5 – 8 cm adalah 200 – 300 ekor/m3 dan untuk benih berukuran 10 – 15 cm sebanyak 150 – 200 ekor/m3.

Perawatan Karamba

Karamba untuk pembesaran ikan harus dipelihara dengan baik agar terhindar dari kerusakan sebelum habis masa operasinya. Perawatan karamba harus dilakukan selama pemeliharaan ikan dan setelah panen ikan. Perawatan karamba selama pemeliharaan terutama membersihkan sampah pada dinding karamba. Dinding karamba bagian luar harus selalu dibersihkan dari lumut-lumut yang menempel dan kebocoran-kebocoran pada dinding dan lantai karamba harus diperbaiki.

Perawatan karamba setelah panen dilakukan dengan cara membersihkan dinding karamba bagian luar dan dalam dari segala kotoran yang menempel seperti lumut dan lumpur. Bagian karamba yang msak diperbaiki. Pelampung yang bocor atau rusak ditambal atau diganti dengan pelampung yang baru.

B.Pembesaran di Kolam Air Tenang

Pembesaran ikan baung di dalam kolam air tenang juga telah lama di kenal dan dilakukan oleh petani di Indonesia. Namun, ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan dalam usaha pembesaran ikan baung di kolam air tenang sebagai berikut.

Pemilihan Lokasi

Lokasi untuk pembuatan kolam pembesaran ikan baung tidak berbeda jauh dengan kolam untuk jenis ikan yang lain. Tanah yang baik untuk kolam adalah tanah yang berstruktur kuat, dapat menahan air, subur, tidak berbatu-batu, dan mempunyai sumber air sepanjang tahun serta tidak tercemar oleh bahan-bahan beracun. Sifat fisika kimia air, seperti suhu air sebaiknya berkisar antara 26 – 30°C, pH berkisar antara 4 – 9, kandungan oksigen terlarut minimal 1 mg/liter dan optimal adalah 5-6 ppm, dan kandungan NH3 kurang dari 1,5 ppm.

Konstruksi Kolam

Bentuk kolam sebaiknya empat persegi panjang, bentuk pematang trapesium dengan kemiringan 1 : 1, dan bagian atas pematang ditanami tanaman air untuk menghindari erosi. Tinggi pematang berkisar antara 1,5 – 2 m yang dapat dapat dibuat tanah atau tembok.  

 Persiapan Kolam

Sebelum dimanfaatkan untuk pembesaran ikan, kolam sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu kemudian diberi kapur CaCO3 dengan dosis 180 – 370 kg/ha/tahun untuk memusnahkan pemangsa dan binatang. lain yang membahayakan ikan dan untuk mengurangi keasaman tanah dan air kolam. Kolam dapat juga dpupuk dengan pupuk organik 1 kg/m2/periode atau pupuk anorganik 10 gram/m2/periode.Tinggi air pemeliharaan minimal 0,5 m dan debit air berkisar 10 – 15 liter/detik/ha. Sebelum air dimasukkan ke kolam pemeliharaan, pintu pemasukkan air diberi saringan untuk menghindari hama atau kotoran yang masuk ke dalam kolam.

Penebaran Benih

Penebaran benih dilakukan setelah air dibiarkan menggenang di kolam selama beberapa hari. Kedalaman air sebaiknya 50 – 80 cm. Benih yang ditebar berukuran 2-3 gram dengan kepadatan 60 – 100 ekor/m2.

disarikan dari berbagai sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s