Pelauang Baru Budidaya “Lobster” dari Lautan


DSC_2480Salah satu wilayah di Kordinator Wilayah Sumatera yang memiliki potensi besar untuk pengembangan budidaya laut adalah provinsi aceh. Aceh adalah wilayah yang dahu­lunya merupakan pusat per­temuan peradaban dunia. Banda Aceh sebagai ibukota kerajaan dikenal dengan nama Kutaraja (kotanya raja), tetapi kata “Banda Aceh” lebih dipi­lih oleh kalangan saudagar di Aceh, karena pada kenyataannya Banda Aceh adalah sebuah bandar/pelabuhan tempat transaksi-transaksi internasional terjadi. Oleh karena itu kebudayaan dan tradisi Aceh lekat dengan kebudayaan/tradisi yang bersifat kosmopolitan. Sebagai contohnya tradisi khanduri, sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari proses kelahiran seorang anak hingga kematian tak luput dari tradisi khanduri. Tradisi ini meru­pakan tradisi warisan dari kebudayaan Aceh yang memiliki standar hidup yang tinggi berkat berputarnya roda bisnis dan banyaknya saudagar di Aceh da­hulu kala.

Tantangan sekarang adalah ba­gaimana mengembalikannya ke dalam konteks Aceh kekinian. Tak lain dan tak bukan hanya melalui jalan wirausaha, menciptakan sebanyak mungkin pelaku usaha.

Salah satu sektor yang menarik untuk digarap adalah sektor perikanan. Aceh memiliki garis pantai sepanjang 1660 km dengan luas wilayah perairan laut sebesar kurang lebih 295.370 km2. Luas wilayah yang dikelilingi oleh perai­ran ini harusnya dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh pelaku usaha di Aceh. Baik berupa hasil tangkapan maupun hasil budidaya perairannya. Hampir semua kabupaten memiliki wilayah perairan laut kecuali Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara. Sedangkan luas lahan yang tersedia untuk pengembangan bu­didaya laut bisa mencapai ±12.014 ha. Selain itu didukung juga oleh sebaran luas terumbu karang yang mencapai ±274.841 ha mulai dari Sabang, pantai Barat Aceh hingga Aceh Selatan. Be­berapa potensi yang bisa dikembang­kan dengan ketersediaan lahan terse­but adalah budidaya laut berupa rumput laut, kerapu, kakap dan lobster.

Diantara budidaya laut tersebut, budidaya lobster ternyata sudah banyak digarap oleh para nelayan kita di Simeulu. Nilai ekspor lobster yang terus menurun mengindikasikan bahwa populasi lobster tangkapan mengalami penurunan juga. Sehingga ini merupa­kan peluang yang sangat bagus untuk melakukan budidaya lobster. Lobster dengan kualitas terbaik harganya bisa tembus Rp510.000 per kilogram. Harga tersebut biasanya akan naik menjelang perayaan Imlek seperti yang terjadi pada saat perayaan Imlek tahun 2012 ini. Setelah perayaan imlek biasanya harga akan turun drastic dikarenakan permintaan yang sedikit. Melonjaknya harga lobster pada perayaan Imlek kar­ena meningkatnya permintaan dari kon­sumen di Jakarta, Surabaya, Hongkong dan Taiwan sebagai hidangan khas per­ayaan Imlek tersebut. Sedangkan pada kondisi normal harga berkisar antara 300-400 ribu per kilogram tergantung kualitasnya.

Lantas berapa biaya yang diper­lukan untuk pengembangan 1 unit keramba untuk pembudidayaan lob­ster laut. Berikut ada perhitungan dan kalkulasi investasi awal untuk budidaya lobster laut dari Lobster Keramba Air Laut Nusantara.

Dengan asumsi dan target dapat memproduksi lobster ukuran 200-250 gr per ekor, dari 1 unit keramba bisa dihasilkan 200 kg lobster. Sehingga dengan asumsi harga minimum sebesar Rp300.000 per kg diperoleh penda­patan sebesar Rp60.000.000 pada panen pertama. Dalam 1 tahun maka akan diperoleh pendapatan sebesar Rp120.000.000 dari 1 unit keramba. Biaya operasional periode ke-2 sebesar Rp23.150.000. Sehingga keuntungan bersih adalah sebesar Pendapatan – investasi awal – operasional periode ke-2 = Rp120.000.000 – Rp51.220.000 – 23.150.000 = Rp45.630.000 dalam setahun. Bayangkan dengan hanya 1 unit keramba kita bisa mendap­atkan penghasilan bersih sebesar Rp45.630.000 per tahun, sedangkan luas lahan yang masih bisa digarap di Aceh masih sangat luas, berapa unit keramba bisa kita tempatkan di lahan-lahan tersebut? Berapa rupiah yang bisa mengalir sebagai devisa negara? Anda dapat menjawabnya sendiri.(aw)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s