Peluang Ikan Hias Jawa Barat


images (2)unduhan (2)Ikan hias merupakan salah satu hobby yang banyak digemari oleh masyarakat di dunia, terutama oleh masyarakat di Amerika, Jepang, dan Eropa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di luar negeri, ikan hias merupakan hobby terbesar kedua yang paling digemari setelah photography.

Ikan hias yang diperdagangkan di dunia umumnya berasal dari Asia (Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam), sebagian dari Amerika Selatan terutama dari daerah sungai Amazon, sebagian dari Eropa (terutama Ceko)dan sebagian kecil dari Afrika.  Namun yang paling banyak adalah dari Singapura, padahal kenyataannya ikan hias yang dikirim dari Singapura sebagian besar berasal dari Indonesia, jadi dapat dikatakan Indonesia mempunyai peranan yang sangat besar dalam perdagangan ikan hias internasional.

Jumlah ikan hias yang umum diperdagangkan mencapai 1.600 jenis dan 750 diantaranya berasal dari air tawar.  Sebagai negara tropis yang luas perairannya mencapai 2/3 dari seluruh wilayah, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di bidang perikanan, khususnya ikan hias yang jumlah dan jenisnya untuk ikan hias air tawar saja diperkirakan lebih dari 300 jenis.

Di Amerika terutama di Brazil lebih banyak jenis ikan yang lebih dikenal di dunia, daripada ikan – ikan yang berasal dari Indonesia, contohnya ikan Cardinal Tetra, Neon Tetra, Discus, Redtail Catfish, jenis – jenis ikan Corydoras, jenis – jenis ikan sapu, dll.  Sementara ikan – ikan dari Indonesia yang banyak dikenal hanya ikan Botia, Arwana, ikan Rainbow, dan ikan Rasbora, padahal masih banyak jenis lainnya yang belum dikenal di dunia internasional.

Orang – orang yang berjasa dalam dunia ikan hias air tawar antara lain Mr. Axelrod, Mr. Heiko Bleiher, Mr. Kamihata, Mereka banyak melakukan ekspedisi keliling dunia untuk menemukan jenis – jenis ikan hias yang baru.

Para penggemar ikan hias di dunia dikejutkan dengan ditemukannya ikan Neon Tetra pada tahun 1936, pada waktu itu ikan tersebut dijual dengan harga US$ 10 perekor.  Setelah itu sekitar tahun 50an ditemukan jenis neon baru yang dikenal dengan nama Cardinal Tetra, yang pertama kali dipasarkan laku dengan harga US$ 5 perekor.   Dalam 10 tahun, sejak pertama ditemukan Cardinal menjadi ikan hias yang paling populer di dunia, dan saat ini setelah lebih dari 60 tahun Cardinal masih merupakan ikan yang paling banyak penyebarannya keseluruh dunia, setiap tahun sekitar 20 juta ekor Cardinal ditangkap pada musim penangkapan (agustus – april). Selain Cardinal Tetra ikan yang banyak digemari adalah ikan Botia Macrachanta (Chromobotia macracanthus) yang diperkirakan penjualannya mencapai jumlah  5-10 juta ekor/tahun.

Kita juga harus berterima kasih kepada Mr. Jack wattley dan Mr. Kitty Panaity yang berjasa mengembangkan jenis – jenis Discus strain baru (1980 – 2000), sehingga kini banyak Discus cantik yang kita temui di pasaran, seperti Blue Turqoise, Blue Diamond, Pigeon Blood, Leopard Snakeskin, dll.

Sekitar tahun 2000, para penggemar ikan hias digemparkan dengan ditemukannya ikan Louhan dari Malaysia (yang sempat “merajai” pasar ikan Indonesia), Puntius denisoni dari India, dan beberapa jenis ikan sapu dari amazon antara lain Zebra pleco (L46).  Biasanya ikan – ikan jenis baru ini diperkenalkan di ajang pameran ikan hias internasional.

Kita sebagai pengusaha / peternak harus jeli mengikuti perkembangan jenis – jenis ikan hias yang baru, sehingga kita tidak ketinggalan dengan peternak di luar negeri.

Selain dari jenis – jenis tangkapan alam, ada juga jenis – jenis ikan hias baru hasil silangan peternak ikan yang hasilnya lebih bagus dari jenis yang ada sebelumnya.  Hasil silangan tersebut terutama banyak dilakukan pada ikan Guppy dan Platis sehingga dalam 10 tahun terakhir banyak ditemukan varietas  ikan Guppy dan Platis baru. Malaysia saat ini dapat menghasilkan lebih dari  500 juta ekor ikan hias pertahun, sebagian besar ikan tersebut adalah ikan jenis platis dan Guppy.

Pada tahun 1995-2010, para peternak di Indonesia banyak mengembangkan jenis ikan hias yang berukuran besar seperti Ikan Aligator, Tiger Catfish, Red Tail Catfish,  tetapi dengan semakin banyaknya peternak yang mengembangbiakkan ikan-ikan tersebut, maka terjadi over product, sehingga harga ikan tersebut turun drastis (contohnya  Ikan Aligator 8-9 tahun yang lalu harganya masih Rp 17.500 perekor untuk ukuran 2,5 inch, saat ini hanya berharga Rp 2000 – 2500 perekor), Ikan Spatulla yang 7-8 tahun lalu harganya masih sekitar 25 ribu perekor untuk ukuran 3 inch saat ini hanya sekitar Rp 5000 perekor.  maka untuk tahun 2013-2014  kita sebaiknya mengganti ikan –ikan  tersebut dengan ikan hias yang berukuran kecil seperti ikan  Garra rufa(Fish Doctor), ikan Microrasbora “Galaxy”,  Corydoras seperti Corydoras metae, Corydoras rabauty, Corydoras adolfoi, Ikan Barbus jenis baru seperti Puntius denisonii, atau jenis Cichlid seperti Ikan Duboisi, Ikola, Bemba,  Mori merah,  Frontosa biru. Ikan Synodontis berukuran kecil seperti Synodontis nigriventris (Up Side Down) , Synodontis multipunctatus.

 unduhan (1)unduhanMemang untuk mendapatkan jenis-jenis baru tersebut kita membutuhkan biaya yang besar, karena umumnya ikan –ikan tersebut harus diimpor dari luar negeri, sedangkan bila kita mengimpor diperlukan persyaratan-persyaratan yang cukup berat, diantaranya kita harus mempunyai ijin impor, mempunyai fasilitas karantina yang memadai, dan biasanya kita harus membayar terlebih dahulu ikan yang kita pesan, baru ikan tersebut dikirim oleh si penjual/eksportir. Selain itu kita juga harus mengeluarkan biaya untuk mengeluarkan barang dari gudang cargo untuk bea dan cukai, yang nilainya saat ini sekitar 1,5-2,5 juta perbox.

Selain ikan ikan tersebut diatas, kita juga sebaiknya mengusahakan untuk lebih memperhatikan ikan hias asli indonesia, dan mencoba untuk mengembang biakkannya, karena kebanyakan ikan hias asli indonesia yang diekspor adalah ikan ikan hasil tangkapan dari alam, seperti ikan , Tiger Fish, Silver Scat, Chromobotia macracanthus, Arwana jardini, Rasbora heteromorpha, dll.

Aquarama 2011 36Ekspor Ikan hias Indonesia berkembang  pesat, dari awal tahun 1970 Indonesia yang hanya mengekspor ke dua Negara (Singapura dan Hongkong)  saat ini sudah  mengekspor  ke lebih dari 50 Negara.

Ikan hias yang di ekspor kebanyakan berasal dari para peternak ikan hias di Jawa Barat.

Jawa Barat yang terdiri dari 27 kota/kabupaten(9 kota : Kota Bandung, Banjar, Bekasi, Bogor, Cimahi, Cirebon, Depok Sukabumi dan Kota Tasikmalaya. 18 kabupaten: Bandung, Bandung Barat, Bekasi, bogor, Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu, Karawang, kuningan, Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, subang, Sukabumi, sumedang, dan Kab Tasikmalaya. Memiliki potensi Ikan Hias yang luar biasa,

 Di Bandung terkenal dengan potensi ikan hias  jenis : Frontosa, Duboisi, Microrasbora galaxy, Ikan Aligator, Puntius denisonii, Black Ghost(Tiga ikan terakhir pertama kali didunia di ternak di Bdg).

Di Bogor terkenal dengan jenis  ikan Jenis Tetra( Neon Tetra, Cardinal Tetra, Red Nose) dan ikan Arwana Super Red (Pertama didunia yg berhasil ditangkarkan diluar habitatnya diKalimantan). Selain Ikan Hiasnya  Bogor juga terkenal dengan produksi tanaman air dan udang hiasnya ( udang Red Bee).

Di  Cirebon ada peternak yg berhasil memijahkan ikan Aligator Spatula secara alami(tanpa disuntik).

Di Bekasi terkenal dengan jenis  ikan Rainbow, Congo tetra, Black Ghost.

Di Sukabumi terkenal dengan ikan KOI nya.

Di Depok ada Balai Penelitian  dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias (BPPBIH) Depok yang telah berhasil mengembang biakkan ikan Chromobotia macracanthus.

Di Cibinong Bogor ada Raiser Ikan Hias yang diresmikan tahun 2004.  juga ada Mini Raiser yang ada di Rancamaya Bogor.

Di Jawa Barat kita juga memiliki 3  Fakultas Perikanan

 (IPB,UNPAD, Universitas JUANDA), yang dapat membantu meneliti dan memberikan masukkan mengenai teknologi yang tepat guna untuk diterapkan pada Usaha  budidaya ikan hias.

Selain ikan hiasnya Jawa Barat juga memiliki potensi makanan alami untuk ikan hias, yaitu Blood worm, saat ini hasil  bloodworm terbanyak  di Indonesia berasal dari Bandung.

Saat ini Eksportir Ikan Hias banyak yang memilih lokasi tempat usahanya di Jawa Barat (terutama didaerah Bekasi) dengan pertimbangan dekat ke Bandara Soekarno Hatta dan kemudahan untuk mendapatkan ikan dari petani/ suplier ikan hias yang kebanyakan berlokasi di sekitar Jabotabek.

Agar kita jangan ketinggalan informasi mengenai perkembangan Ikan hias didunia caranya adalah dengan rajin membuka situs internet, berlangganan majalah ikan hias luar negeri seperti “Tropical Fish Hobby Magazine”, malah ada beberapa majalah luar yang dapat kita dapatkan informasinya secara gratis lewat internet, seperti majalah Practical Fish Keeping (PFK).

Selain mencari informasi lewat internet kita juga harus rajin bertanya pada teman peternak atau eksportir yang sering mengikuti pameran di luar negeri, tapi yang terbaik adalah kalau kita sendiri yang pergi keluar untuk mengikuti pameran di luar negeri, terutama pada pameran “Aquarama” yang diadakan di Singapura tiap tahun ganjil (2009,2011,2013) atau “Inter Zoo” yang diadakan di Nurenberg Jerman tiap tahun genap (2010, 2012,2014).

Dengan adanya krisis ekonomi di Eropa, alangkah baiknya kita juga membuka peluang untuk mengikuti pameran di India dan di Timur Tengah. India merupakan pasar yang baik untuk ikan hias karena merupakan negara terbanyak penduduknya no 2 dibawah Cina.  Di Chennai India saja ada sekitar 200 toko Ikan hias, dan sejak sekitar 2 tahun terakhir ini Pemerintah India memperbolehkan Importir di sana untuk mengimpor ikan dari Luar India. (sebelumnya ada larangan untuk mengimpor ikan dari Luar India).

Dengan aktifnya kita mengikuti pameran yang diadakan di Luar negeri memudahkan kita untuk bertransaksi dengan pembeli di Luar Negeri.

Sumber: Workshop Ikan Hias Kota Bogor, 9-10 Oktober 2013

Iklan

2 Comments Add yours

  1. Syaefa Umar berkata:

    Kalo peternakan dan pembudidayaan ikan di cirebon dimana aja ya alamat nya?

    Suka

  2. iwan berkata:

    Dahsyatt potensi indonesia ini pak! Mhn do’anya sy jg lg budidaya frontosa, ikola, duboisi, bemba
    , corydoras, brusmouth, rasbora galaxy, koki n koi di garut jawa barat.
    Iwan 081320999000

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s