Alat Pemberian Pakan Ikan (Feeder) Otomatis Kendali Jarak Jauh


Aquatekno copyMengantisipasi pertambahan jumlah kolam budidaya secara intensif dibutuhkan manajemen pemberian pakan yang tepat waktu dan tepat jumlah untuk mendukung kontinuitas permintaan ikan. Inovasi pun terus dikembangkan untuk menghasilkan alat pemberian pakan yang lebih efektif sala satunya yaitu tele auto feeder.

Suratno dari BBAT (Balai Budidaya Air Tawar) Jambi yang melakukan penelitian alat ini bersama dengan Samsul Kurniawan, dan Fatihul Muharis menyatakantele autofeeder adalah alat otomatis  pakan ikan yang dikendalikan dari jarak jauh. “Kita bisa memberi pakan ikan ke kolam hanya dengan melakukan panggilan dengan telepon seluler maka alat pemberian pakan akan bekerja secara otomatis,” terangnya.

Ia melanjutkan, alat ini dibuat untuk mengantisipasi alat automatic feeder yang sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri dengan harga yang relatif mahal. Alat ini juga untuk mengantisipasi waktu hari libur kerja atau hari besar keagamaan (cuti) yang pada umumnya ikan jarang diberi pakan sehingga dapat mengganggu pertumbuhan ikan.

Suratno mengaku, ide pembuatan alat ini muncul dari adanya teroris yang meledakkan bom dengan kendali telepon selular. Di zaman sekarang sudah banyak telepon selular yang canggih sehingga telepon selular yang kuno menjadi kurang digunakan dan harganyapun murah sehingga ini sebagai berinisiatif untuk memanfaatkannya menjadi alat yang lebih berguna.

“Berhubung alat ini menggunakan telepon seluler sebagai penghubung jarak jauh antara tele autofeeder dengan pemakai maka tidak bisa digantikan dengan perangkat elektronik yang lain. Kalaupun bisa, fungsi alat itu harus sama,” paparnya.

Lebih Efektif
Dengan menggunakan alat ini, kapasitas pakan di alat dapat diperbesar sesuai permintaan dan frekwensi pemberian pakan dapat ditingkatkan karena dengan hanya melakukan panggilan/miscall dengan telepon selular maka alat sudah dapat berfungsi. “Pada kondisi cuaca apapun alat dapat berfungsi tanpa harus ke kolam dan tidak mengganggu pekerjaan pokok pembudidaya atau petambak,” kata Suratno.

Selain itu, biaya yang dikeluarkan untuk membuat rangkaian alat ini terjangkau. Dan, apabila ada kerusakan dapat diketahui letak kerusakannya sehingga biaya perawatan lebih murah. Alat inipun mudah dipindah atau bersifat portable.

Namun, alat ini masih memiliki kelemahan yang harus terus disempurnakan. “Apabila ada panggilan atau SMS yang tidak dikenal/liar maka alat teleautofeeder akan bekerja secara otomatis,” ujarnya.

Suratno mengaku,pembuatan alat ini untuk mendukung kemajuan perikanan budidaya.  Saat ini, pihaknya sedang mengembangkan dan merancang prototipe untuk digunakan di hatchery (pembenihan) ikan patin dan untuk tambak udang.

Ia beralasan perawatan larva ikan patin sangat khusus karena frekuensi pemberian pakan artemia 8 kali sehari, larva ikan patin umur 3-4 hari merupakan masa kritis. “Masalah pembenih patin adalah pemberian Artemia sp pada waktu tengah malam yang terasa berat karena jam tidur sehingga apabila terlambat pemberian pakannya atau ketiduran maka dapat mengakibatkan kanibalisme dan larva ikan tidak mau makan lagi sehingga dapat mengakibatkan kematian larva ikan,” paparnya.

Sumber: http://www.trobos.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s