Arti Penting Perlindungan Pari Manta (Manta spp)


pari mantaSebagai mitra masyarakat peranan Penyuluh Perikanan dalam upaya pelestarian lingkungan sangat penting. Penyuluh perikanan merupakan perpanjangan langsung pemerintah dengan masyarakat. Penangkapan ikan Pari Manta sebagai ikan konsumsi jelas sangat bertentangan dengan konsep pengembangan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan sehingga menjadi sebagian peranan penyuluh perikanan untuk mengugah kesadaran masyarakat nalayan untuk tidak memanfaatkan Ikan Pari Manta sebagai objek usaha penangkapan. Pari manta (Manta spp) merupakan jenis ikan eksotik, berukuran besar, pemakan plankton, dan tidak berbahaya bagi manusia. Marga Manta terdiri dari dua spesies yaitu spesies manta karang (Manta alfredi) dan manta oseanik (Manta birostris). Pari manta merupakan spesies yang khas dengan nilai yang sangat tinggi bagi industri pariwisata, dan tidak menjadi bagian dari target sektor perikanan di banyak Negara. Indonesia merupakan salah satu tujuan utama untuk pariwisata pari manta di dunia, menyumbang lebih dari 10% dari total pendapatan pariwisata pari manta di dunia Berdasarkan data yang dikumpulkan dari empat lokasi ā€“ Bali, Komodo, Raja Ampat dan Sangalaki, total pendapatan pariwisata parimanta diperkirakan mencapai 145,6 milyar rupiah (US$15 juta) per tahun.

Namun, keberadaan pari manta di Indonesia sangat terancam oleh meningkatnya tekanan terhadap perikanan tangkap yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan tapis insang manta (gill plates). Populasi pari manta di Indonesia berdasarkan data dari berbagai sumber sudah menunjukkan penurunan yang sangat signifikan, di perairan Cilacap data pari manta yang didaratkan telah mengalami penurunan sekitar 31 % pada periode tahun 2006 ā€“ tahun 2011, sedangkan di wilayah NTB dan NTT laju penurunan hasil tangkapan sudah mencapai 57% selama periode 10 tahun terakhir.

Secara biologis pari manta memiliki kerentanan yang tinggi terhadap ancaman kepunahan, seperti : berumur panjang (40 tahun), jumlah anakan sedikit (1 ekor setiap 2 ā€“ 5 tahun), lambat dalam mencapai matang kelamin (10 tahun) dan pertumbuhannya lambat, sehingga sekali terjadi over eksploitasi, sangat sulit bagi populasinya untuk kembali pulih. Saat ini ikan pari manta masuk ke dalam daftar Appendiks II CITES dan juga termasuk kedalam daftar merah IUCN dengan kategori Rentan (Vulnerable). Kategori ini diberikan kepada jenis yang dikhawatirkan memiliki resiko tinggi terhadap kepunahan di alam.

Melihat kondisi tersebut, untuk menghindari laju penurunan yang lebih tajam maka diperlukan regulasi yang cukup ekstrim, diantaranya dengan menetapkannya sebagai ikan yang dilindungi. Selain itu, ikan pari manta terutama Manta birostris merupakan jenis ikan peruaya, sehingga apabila Indonesia masih tetap memperbolehkan penangkapan pari manta maka akan berdampak pada penurunan populasi pari manta dunia, karena sebagian negara tetangga Indonesia telah menetapkan status perlindungan penuh pari manta di negarannya.

Selaku otoritas pengelola konservasi sumber daya ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini sedang menginisiasi penetapan status perlindungan penuh ikan pari manta. KKP sedang dalam tahap menunggu hasil permohonan rekomendasi ilmiah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), selaku otoritas keilmuan. Diharapkan rekomendasi ilmiah perlindungan pari manta dapat segera keluar, sehingga pada akhir Januari 2014 ini penetapan status perlindungan penuh ikan pari manta dapat segera dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan.

Sumber: Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s