Temu Koordinasi dan Sinergi Tugas di Kab. Bangka Tengah – Babel


IMG_6067Kegiatan Temu Koordinasi dan Sinergi Tugas dalam Rangka Pembinaan Penyuluhan Perikanan Wilayah Regional Sumatera di Kabupaten Bangka Tengah diselenggarakan selama satu hari pada tanggal 20 Maret 2014, bertempat di Aula Balai Benih Ikan (BBI) Koba, Bangka Tengah. Peserta Temu Koordinasi dan Sinergi Tugas dalam Rangka Pembinaan Penyuluhan Perikanan Wilayah Regional Sumatera di Kabupaten Bangka Tengah sebanyak 30 orang yang terdiri dari Penyuluh Perikanan PNS dan Penyuluh Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak yang berasal dari Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan dan Bangka Tengah.

Narasumber dalam Kegiatan Temu Koordinasi dan Sinergi Tugas dalam Rangka Pembinaan Penyuluhan Perikanan Wilayah Regional I Sumatera di Kabupaten Bangka Tengah Penyuluh Perikanan Regional Sumatera berjumlah 2 orang, yang terdiri dari:

  1. Dedi Muchdiyat SP. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bangka Tengah
  2. Surman SP. Sekretaris banda Kepala Sekretariat Koordinasi Penyuluhan Provinsi Sumatera Barat.
  3. Penyuluh Perikanan Liassion Officer Regional I Sumatera

Kegiatan Temu Koordinasi dan Sinergi Tugas dalam Rangka Pembinaan Penyuluhan Perikanan Wilayah Regional I Sumatera di Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kep. Bangka Belitung difasilitasi oleh 2 orang fasilitaror dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kabupaten Bangka Tengah Sdr. Hermanto, S.St.Pi dan Staf Badan Koordinasi Penyuluhan Prov. Bangka Belitung Nopitrisia, S.Pi.

Materi-materi yang disampaikan

1. Rencana Kerja Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Tengah Tahun Anggaran 2015

 Tujuan penyelenggaraan penyuluhan perikanan adalah Pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha dalam peningkatan kemampuan melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, penumbuhan motivasi, pengembangan potensi, pemberian peluang, peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap, serta pendampingan dan fasilitasi dalam pengembangan bisnis perikanan. Keberadaan Penyuluh perikanan di Kabupaten Bangka Tengah sangat membantu terhadap pencapaian kegiatan-kegiatan dinas pada tahun berjalan sehingga SKP Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten dapat melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana.

Sejalan Visi Kab. Bangka Tengah: Terwujudnya Negeri Selawang Segantang yang sejahtera melalui Pemerintahan yang amanah, bersih, berwibawa, berbasis IPTEK dan IMTAQ, Berorientasi Ekonomi Masyarakat serta Berwawasan Lingkungan,yang didukung dengan Visi DKP “Terwujudnya pendayagunaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan secara Optimal” peranan penyuluh perikanan begitu nyata terutama pada kegiatan utama dinas, yaitu dalam kegiatan (1). Pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan oleh pelaku utama secara berkelanjutan, (2). Pendayagunaan sumberdaya kelautan dan perikanan berwawasan lingkungan, dan (3).Pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan melalui kelembagaan pelaku utama perikanan (kelompok Perikanan Budidaya, Perikanan Tangkap dan P2HP).

Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Tengah dalam hal perolehan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2013, salah satunya dari usaha penyuluh perikanan mendorong pelaku utama untuk mengembangkan usaha perikanan budidaya dengan pembelian benih unggul produksi Balai Benih Ikan (BBI) Koba dengan Realisasi PAD sebesar 140, 32 % atau Rp. 35.000.000. untuk medorong kinerja Dinas KP Bangka Tengah Tahun 2014 maka dialokasikan taret kegiatan yang akan dicapai oleh penyuluh perikanan antara lain peningkatan produksi perikanan tangkap yang selama ini belum optimal, Peningkatan Cakupan Pembinaan Kelembagaan (kelompok) nelayan, peningkatan produktifitas lahan budidaya termasuk peningkatan jumlah produksi perikanan budidaya serta peningkatan konsumsi ikan masyarakat per kapita.

Peran penyuluh perikanan yang sangat signifikan dalam meningkatkan kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan tidak terlepas dari peran ketenagaan penyuluh yang semakin banyak (berdasarkan data terbaru ada 13 penyuluh PNS dan 2 PPTK) yang cukup mendukung dalam mengcover wilayah binaan di kawasan potensi perikanan, walaupun tidak terlepas dari permasalahan yang menyangkut pengembangan SDM penyuluh perikanan.

Penyuluh Perikanan di Kabupaten Bangka Tengah dihadapkan pada permasalahan kurangnya Tenaga Ahli Perikanan yang dibutuhkan oleh Dinas KP, sehingga menjadi kebiasaan kalau penyuluh perikanan sudah relatif senior (III C) mereka sering di pindah manjadi tenaga struktural dengan alasan sulit mancari tenaga perikanan yang handal dan terampil serta mehamami permasalahan di lapangan.

 2. Kebijakan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Bangka Tengah

Materi Kebijakan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bangka Tengah disampaikan oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bangka Tengah Bapak Surman SP. Pada pemeparannya disampaikan mengenai ketenagaan penyuluh perikanan yang ada di BKP5K berjumlah sekitar 91 orang penyuluh yang terdiri dari unsur penyuluh pertanian, perikanan dan penyuluh kehutanan dari jumlah total pegawai sebanyak 135 orang.

Badan Pelaksana Penyuluhan secara teknis mengkoordinasi semua kegaiatan penyuluhan, jadi tidak selamanya benar kalau semua kegiatan bermuatan pertanian. Kegiatan secara keseluruhan memang memerlukan biaya, karena kegiatan pertanian banyak di dukung oleh dana yang besar dari Kementerian Pertanian, sehingga makin banyak kegiatan banyak yang dapat diselenggarakan. Kegiatan penyuluhan sudah berjalan sejak ditetapkannya Undang-Undang Tentang Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan kegiatan penyuluhan berlangsung dengan menetapkan kelembagaan penyuluhan sesuai amanah undang-undang.

Permasalahan yang ada di Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bangka Tengah adalah terbatasnya jumlah penyuluh dibandingkan dengan wilayah potensi yang tersedia. Kebijakan Penyuluhan Pertanian yang menegaskan harus menempatkan satu orang penyuluh perikanan per desa, kebijakan ini cukup berbeda dengan Kebijakan Pusat Penyuluhan Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan yang menegaskan bahwa harus menempatkan minimal 3 orang penyuluh per kecamatan potensi perikanan. Upaya rekruitmen tenaga penyuluh mengalami kendala karena sektor perikanan agraris masih memiliki jumlah presonil yang cukup banyak akan tetapi banyak yang tidak memahani bahwa kebutuhan ketenagaan di sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan sebenarnya jauh lebih besar. Semoga kedepan muncul semangat yang kuat untuk membangun penyuluhan yang lebih idela sesuai dengan kebutuhan pengembangan kawasan yang akan memberikan sumbangan terbesar pada pembangunan daerah.

3. Peranan Penyuluh Perikanan sebagai Agen Perubahan

Penyampaian Materi mengenai Peranan Penyuluh Perikanan sebagai Agen Perubahan disampaikan oleh Liassion Officer Penyuluh Perikanan Regional I Sumatera. Materi yang disampaikan mengenai peran lembaga Penyuluhan di Tingkat Pusat serta peran langsung penyuluh perikanan dalam mengembangkan usaha kelautan dan perikanan. Pada kesempatan ini disampaikan mengenai Kebijakan Penyuluhan mendukung program prioritas kementerian dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat KP. (1). Pendekatan kawasan dan Industrialisasi; (2). Pemberdayaan dan Kewirausahaan; (3). Partisifasi dan Mandiri; (4). Sinergitas Penyuluhan dan Perluasan Jejaring Kerja; (5). Teknologi KP dan Informasi Komunikasi.

Penyuluh perikanan minam memahami tugas pokoknya sebagai seorang Pegawai Pemerintah yang mengacu pada atauran bahwa penyuluhan merupakan proses pembelajaran bagi pelaku utama agar mau dan mampu menolong dan mengorganisasi dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumber daya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraan serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian lingkungan hidup. Sasaran penyuluhan salah satunya yang sangat penting adalah kelompok yang disuluh dan kenaikan kelas kelompoknya sebagai wujud kongkrit legalitas pembinaan oleh penyuluh. Produksi usaha perikanan yang meningkat, pasar tersedia dan lingkungan usaha yang mendukung serta keberlangsungan usaha yang terus menerus.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s