Banggai Cardinal Fish (BCF) Ikan hias asli Indonesia


BanggaiCardinalfish_FR-FR54529054Banggai Cardinal Fish yang memiliki nama ilmiah Pterapogon kauderni merupakan ikan laut endemik di Kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, dan tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Masyarakat setempat menyebutnya “capungan” atau “bibisan”. Banggai Cardinal Fish biasanya hidup secara berkoloni (bergerombol) di antara terumbu karang dan kumpulan bulu babi, setiap gerombol terdiri dari 30 sampai 40 ekor. Daerah penyebaran Banggai Cardinal Fish sangat terbatas di wilayah Sulawesi Tengah bagian Timur, tepatnya di Kepulauan Banggai, karena itu spesies ini termasuk endemik. Habitat alami Banggai Cardinal Fish dapat ditemukan di perairan laut dangkal dengan kedalaman 0 sampai 5 meter, dengan pH 8,1 sampai 8,4 dan suhu perairan 25 sampai 28 0C.

Ikan Banggai Cardinal atau juga dikenal dengan Banggai Cardinal Fish yang memiliki nama ilmiah Pterapogon kauderni merupakan ikan laut endemik di Kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, dan tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Masyarakat setempat menyebutnya “capungan” atau “bibisan”. Namun dengan maraknya perdagangan ikan hias dengan harga yang cukup menggiurkan, maka ikan tersebut juga dapat ditemukan ditempat lain terutama di pulau Bali (tepatnya disekitar perairan Gilimanuk). Menurut nelayan setempat awal mula keberadaan ikan ini adalah merupakan hasil sortiran yang tidak masuk ke dalam standar untuk di perdagangkan, kemudian dibuang ke laut dan selanjutnya ikan tersebut dengan sendirinya hidup dan berkembangbiak disekitar perairan Gilimanuk. Banggai Cardinal Fish biasanya hidup secara berkoloni (bergerombol) diantara terumbu karang dan kumpulan bulu babi, setiap gerombol terdiri dari 30 sampai 40 ekor. Selain itu, ikan ini sering terlihat berenang di padang lamun. Panjang badannya sekitar 6 sampai 8 centimeter, bentuk badannya agak pipih dengan ekor terbelah dua mirip burung wallet, memiliki warna cokelat muda keperakan dengan variasi bintik putih pada badan dan sirip. Ada belang melintang berwarna hitam di badannya mulai dari sirip punggung sampai sirip perut, juga dari jari-jari lemah sirip punggung sampai dengan sirip dubur.

Sejak 1990, Banggai Cardinal Fish menjadi salah satu ikan hias yang diincar para kolektor dalam dan luar negeri. Karakter yang berbeda dengan ikan apogonid lain membuat ikan endemik di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, ini banyak dicari. Diperkirakan 5.000 ekor ditangkap tiap pekan dan sedikitnya 600-700 ribu ekor diekspor oleh nelayan lokal setiap tahun. Diperkirakan pada tahun 2001-2004, Banggai Cardinal Fish yang diperdagangkan mencapai 700-900 ribu ekor tiap tahun. Penangkapan Banggai Cardinal Fish, yang semula terkonsentrasi di Pulau Banggai, akhirnya meluas sampai keseluruh Banggai Kepulauan, termasuk daerah yang awalnya belum terjamah. Akibat meningkatnya permintaan Banggai Cardinal Fish diluar negeri dengan harga yang cukup menjanjikan tersebut, maka lama kelamaan tentu keberadaan Banggai Cardinal Fish susah ditemukan dan akhirnya akan mengalami kepunahan akibat overharvesting.

Untuk penyelamatan spesies Banggai Cardinal Fish tersebut selain diperlukan upaya pembentukan Kawasan Konservasi Laut di lokasi habitatnya, juga yang paling penting adalah mendorong para nelayan dan stakholder lainnya untuk melakukan upaya rehabilitasi, antara lain melalui pengembangbiakan ikan tersebut. Dengan demikian pengambilan   di alam/tekanan perusakan habitatnya akan berkurang dan kelangsungan hidup Banggai Cardinal Fish menjadi lestari.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s