Peran Penyuluh Mensukseskan Gervikan


Slide11Keberadaan Penyuluh Perikanan

Penyuluhan perikanan menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan merupakan proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Pada Tahun 2008 telah terbit Peraturan MenPAn No. 19 Tahun 2008 Tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan dan Angka Kreditnya. Terbitnya Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan menjadi titik tolak Pusat Penyuluhan KP sebagai institusi mengurusi kegiatan penyuluhan perikanan dipusat, memiliki kewajiban untuk mengakselerasi kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan dikawasan industrialisasi perikanan dan kawasan pontensi perikanan yang dilaksanakan oleh penyuluh Perikanan PNS, Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK), maupun penyuluh perikanan swadaya dan swasta. Dengan demikian diharapkan kegiatan penyuluhan perikanan dikawasan industrialisasi perikanan dapat terorganisir dengan baik dan sesuai dengan tahapan pelaksanaan program.

Berdasarkan data Simluh KP per tanggal 14 Januari 2014, jumlah penyuluh perikanan yang ada sebanyak 11.880 yang berasal dari Penyuluh Perikanan PNS/CPNS, Swadaya dan PPTK. Penyuluh Perikanan yang memiliki peranan strategis dalam upaya Pembangunan perikanan pada hakekatnya adalah peningkatan produktivitas usaha, peningkatan pendapatan, peningkatan taraf hidup, dan kesejahteraaan nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan dan keluarganya. Penyuluhan perikanan yang kandungan materinya berisikan informasi teknologi (teknis, ekonomis, dan sosial) kelautan dan perikanan sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia kelautan dan perikanan. Untuk itu, teknologi yang digunakan harus merupakan teknologi kelautan dan perikanan tepat guna yang bersifat dinamis, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat, tidak merusak lingkungan, dan dapat dimanfaatkan oleh pengguna dalam meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan.

Dalam mengembankan program pemerintah yang terkait dengan idustrialisasi penyuluh perikanan memiliki peran yang jelas, salah satunya menyiapkan pelaku utama melalui kelembagaan kelompok. Peningkatan kapasitas pelaku utama perikanan akan mampu menjawab tantangan dan kebutuhan program, yang salah satunya program yang sangat penting untuk disebarluskan kepada masyarakat yaitu Gerakan Vaksinasi Ikan (GERVIKAN).

Peran Penyuluh dalam Mengawal Gervikan

          Peran Penyuluh Perikanan dalam mengawal Gervikan sangat strategis, penyuluh perikanan memiliki jangkaun dan jejaring distribusi yang luas. Penyuluh perikanan juga secara tugas pokok dan fungsi sangat sesuai untuk menyebarankan informasi yang bersifat (inovatif) tanpa adanya resistensi yang berarti dari sasaran, mengingat penyuluh perikanan sudah dipandang menguasi sosiologi masyarakat diwilayah kerjanya. Diantara fungsi yang sangat penting dalam mendukung program Gervikan adalah:

  1. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap pelaku utama agar usaha lebih maju dan kondusif. Kegiatan vaksinasi pada ikan merupakan sesuatu yang baru dan belum banyak pelaku utama yang mengetahui tentang hal ini, sehingga memberikan informasi yang memadai mengenai manfaat vaksinasi, prosedur dan penanganan lanjutan setelah vaksinasi menjadi sangat penting.
  2. Memberikan motivasi dan mengembangkan potensi pelaku utama dalam pengembangan usahanya. Beberapa kali penulis melakukan bimbingan teknis vaksinasi ikan pada kelompok pembudidaya ikan waupun UPP (Unit Pelayan Pengembangan) di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, ternyata informasi mengenai vaksinasi sangat penting dan dibutuhkan oleh pembudidaya. Peneriman akan inovasi ini akan lebih bermakna apabila terus didorong oleh motivasi yang kuat dari penyuluh perikanan. Penyuluh Perikanan dapat memonitoring efektifitas pembelajan pelaku utama serta mendorong untuk segera mengadopsi Gervikan dalam kegiatan budidaya.
  3. Memberikan bimbingan dan pendampingan manajemen, teknis, dan pemasaran usaha perikanan serta pola usaha kepada kelompok secara berkelanjutan. Secara lebih terperinci penyuluh perikanan dapat juga memberikan asistensi dan bimbingan yang khusus bagi pelaku utama yang ingin segera menerapkan vaksinasi ikan dalam usahanya. Penyuluh dapat bertindak sebagai seorang konsultan yang siap memberikan saran/pendapat dalam memahami permasalahan pelaku utama dan memberikan solusinya.
  4. Memberikan bimbingan dan pendampingan kepada pelaku utama dalam mengembangkan bisnis perikanan untuk meningkatkan produksi, produktivitas serta meningkatkan nilai tambah dan daya saing. Tantangan penyuluhan dalam era sekarang ini bukan hanya mengantarkan pelaku utama bisa melaksanakan perisapan produksi sampai dengan mampu mengelola produksi yang kontinyu akan tetapi penyuluh perikanan sekarang ini dituntut untuk mendorong kegiatan bisnis pelaku utama dapat berjalan dengan baik. Penyuluh perikanan sekarang ini harus dapat memberikan gambaran bagaiman setelah ada Gervikan produksi dan produktifitas usahanya bisa lebih baik serta efisiensi usaha bisa ditekan dan yang tidak kalah penting adalah perbaikan mutu lingkungan serta kesehatan ikan lebih terjamin. Hal-hal seperti itulah yang harus menjadi bagaian tidak terpisahkan dari kegiatan penyuluhan sekarang dan masa yang akan datang.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s