Penyuluh Perikanan Ikuti The BIMP-EAGA Training of Trainers on The ASEAN Shrimp Good Aquaculture Practices (GAP)


Screenshot_2The BIMP-EAGA Training of Trainers on The ASEAN Shrimp Good Aquaculture Practices (GAP) pada tanggal 24 Mei sampai 6 Juni 2015di Tigbauan, Iloilo Filipina diadakan atas kerjasama Bureu Of Fisheries of Fisheries and Aquatic Resources (BFAR) Departement of Aquaculture Of Philipines mengadakan kerjasama dengan SEAFDEC Aquaculture Development. Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari hasil pertemuan Fisheries Working Group (FWG) Agrbussines Cluster pada Strategic Planning Metting BIMP-EAGA 2015 di Kuala Lumpur pada tanggal 15-18 Februari 2015 yang dihadiri oleh perwakilan dari keempat negara BIMP EAGEA.

Kegiatan ini membahas tiga komponen utama pelaksanaan kerjasama di BIMP-EAGEA tahun 2012-2016 yang mencakup 1. Food Security, 2. Export Development, 3. Sustainibility livehood of Farmmers and fisherfolks. Selain itu kegiatan TOT ini diharapkan dapat 1). Meningkatkan kapasitas SDM KP melalui partisipasi sebagai peserta pada The BIMP-EAGEA The ASEAN Shrimp Good Aquacuture Practice (GAF); 2). Mendapatkan informasi tentang pengelolaan Budidaya yang Baik dan Benar dari berbagai negara di ASEAN; 3). Menjadi trainer Shrimp Good Acuaqulture bagi pegawai lingkup unit kerja, mitra dan masyarakat.

Kegiatan ini sangat baik untuk meningkatkan wawasan mengenai pengelolaan Budidaya Perikana, khususnya budidaya Udang. Pengelolaan perikanan yang berkelanjutan menjadi fokus pembangunan perikanan kedepan. Peserta The BIMP-EAGEA The ASEAN Shrimp Good Aquacuture Practice (GAF) dari Lingkup Badan Pengembangan SDM KP adalah 1). Sinar Pagi Sektiana, S.St.Pi, M.Si (Dosen Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta); 2). Tatang, S.St.Pi (Penyuluh Perikanan Muda, Pusat Penyuluhan KP); Farida Widiashanti, S.St.Pi (Istruktur balai Pendidikan dan Pelatihan Tegal.

Bagi perwakilan Penyuluh Perikanan, kegiatan menjadi motivasi yang baik dalam meningkatkan kapasitas diri dalam menghadapi persaingan “dunia Perikanan” dikawasan ASEAN dan menjadi bahan pembelajan bagaimana konsep kegiatan penyuluhan di sekitar Iloilo.

Standar Good Aquaculture Practices ASEAN untuk Budidaya Udang (ASEAN Shrimp GAP). Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN mengakui pentingnya mengembangkan GAP untuk meningkatkan intra dan ekstra perdagangan ASEAN dan daya saing jangka panjang ASEAN makanan, pertanian dan produk kehutanan dan komoditas. Kontribusi terhadap pembangunan sosial-ekonomi di wilayah tersebut.
Kesulitan Alamat dan pemasaran kebingungan dibawa oleh perkembangan berbagai standar dan skema sertifikasi. Dalam dukungan lebih besar harmonisasi ASEAN sektor produksi perikanan budidaya di wilayah ASEAN. Perlu untuk penyelarasan dengan standar regional dan internasional yang relevan.

Untuk memberikan bimbingan bagi para produsen pertanian udang untuk mempromosikan praktek budidaya yang baik untuk budidaya udang yang berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, diterima secara sosial dan ekonomis untuk memastikan kualitas produk udang baik yang aman dan cocok untuk pemanfaatan dan konsumsi manusia. ASEAN GAP udang telah dikembangkan dengan mempertimbangkan struktur sektor produksi udang di kawasan itu, yang saat ini dicirikan oleh mayoritas peternakan skala kecil.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s