STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN HASIL PERIKANAN


Produk olahan ikan yang kita miliki sudah cukup beragam, dari yang menggunakan nama lokal dengan bentuk yang spesifik sampai yang modern dengan formulasi khusus. Peluang usaha yang semkin terbuka untuk pasar produk olahan ikan memungkikan setiap keluarga pembudidaya ikan atau nelayan terjun langsung menjadi pengolah dan pemasar produk perikanan. Walaupun terkadang dijumpai kendala dalam pengurusan izin produksi seperti PIRT, Halal, HACCP dan permasalahan paling klasik yakni pemasaran.

Produk olahan ikan dengan varian banyak dan sentra tersebar di pelosok sampai ke kota besar memiliki potensi yang besar untuk menjadi raja di negeri sendiri. Memang ironis kalau berbicara hal yang sedernaha saja misalanya snack (makanan ringan) yang mendominasi tetap saja dihasilkan oleh perusahaan besar multinasional yang memiliki kapasitas modal besar untuk promosi/iklan bahkan banyak yang diproduksi diluar negeri (sampai Indonesia) baru dipacking. Produk olahan kelompok masyarakat rasanya ko sulit sekali bisa eksist dan mengembangkan skala usaha sampai menjadi usaha yang mapan dan berdaya saing tinggi. Begitulah nasib komoditas kita yang sebagian besar yang belum bisa bersaing dengan mantap dikancah nasional, tentunya tidak juga mengecilkan produk-produk hasil perikanan yang telah mentereng bahkan masuk pasar global dengan omzet yang milyaran.

Kita sebagai individu warna negara sebenarnya berbuat banyak, apalagi sebagai individu atau kelompok yang bersentuhan langsung disektor Kelautan dan Perikanan. Strategi yang bisa dikembangkan menurut saya antara lain:

  1. Penguatan Kelembagaan Pengolah

Pemerintah secara bertahapa telah banyak membantu kelembagaan pengolah dan pemasar hasil perikanan, namun masih terbatas kelembagaan tersebut yang berkembang dengan baik. Indikator yang paling sederhana misalnya Administrasi kelompok banyak yang belum lengkap dan tidak terdokumentasikan dengan baik. Penguatan Kelembagaan Pengolah merupakan bagian awal untuk menciptakan kelompok yang solid, kreatif dan mendiri yang mampu menjalankan roda organisasi dengan benar.  Penguatan kelembagaan merupakan bagian dari roadmap tahap awal apabila kita mau mengembangkan bisnis pengolahan hasil perikanan di kawasan.

  1. Menciptakan Brand dan Mutu Olahan

Produk perikanan dengan “cita” nilai yang sangat positif, karena ikan (white meat) sangat baik untuk kesehatan dan termasuk golongan makanan terbaik. Ikan banyak mengandung omega 3, 6 dan 9, tinggi kalsium dan protein serta rendah koresterol. Kasus beberapa penularan penyakit pada daging merah seperti daging sapi (sapi gila, antraks) telah mendorong permintaan produk olahan ikan kian dibutuhkan masyarakat. Posisi baik untuk olahan ikan dibading produk olehan sejenis berbahan daging merah dan telur serta berbasisi protein lainnya memang belum dimanfaatkan secara maksimal. Mutu olehan yang belum optimla dan lemahnya “Brand” terhadap produk ini. Bantuan Branding Produk dari Dirjen P2HP sangat membantu dalam pengembangan mutu produk sekaligus memberikan citra yang elegan dan profesional bagi produk perikanan. Kita sebagai SDM yang bergerak di sektor Kelautan dan Perikanan sebaiknya dapat memberikan masukan mengenai kualitas dan Brand Produk, karena sebagai konsumen kita juga harus memiliki kepedulian terhadap produk Perikanan di negara kita yang belum mampu jadi rujukan utama.

  1. Pemasaran yang masif

Ketika bertemua kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan banyak kendala yang ditemua antara lain mereka kurang berkompeten untuk memaskan produknya.  Rendahnya volume penjualan yang secara pelan namun pasti turut andil gulung tikarnya kelompok pengolah. Padahal kalau boleh jujur produk perikanan dengan banyak keunggulan dan memenuhi kualifikasi produk sehat sebenarnya harus memiliki presentase penjulan yang paling tinggi. Pemasaran yang masif dan terencana diberbagai tempat dan media online harus menjadi pilihan selanjutya agar produk yang dihasilakan laris manis dipasaran.

  1. fcc38-baksoikan3Pengembangan Skala Usaha

Setelah program pendampingan yang intensif atau bahkan tanpa pendampingan dari pihak luar, tenyata sudah cukup banyak produk hasil olahan yang menembus pasar lokal dan bertahan dalam waktu yang panjang namun untuk mengembangkan skala usaha yang lebih besar menjadi kendala yang berat. Pengolah dan Pemasar ikan banyak yang sukses mengelola usaha sampai dengan besar dengan omzet mencapai 1 milyar (saya tidak tahu ada berapa kelompok yang memiliki omzet 1 milyar). Agar menjadi raja di negeri sendiri bagaian ini yang merupakan kendala terbesar untuk memajukan skala usaha pengusaha lokal hasil olahan ikan.  Mungkin saja pola kemitraan inti-plasma juga bisa dijadikan strategi pengembangan sakal usaha agar usaha semakin terintegrasi dan berdaya saing tinggi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s