Zonasi Hutan Mangrove


Hutan Bakau merupakan hutan yang tumbuh pada kawasan pasang surut air laut. Pengertian dan definisi hutan bakau ini sering diartikan untuk semua jenis tumbuhan mangrove. Secara periodik daerah ini terendam, termasuk tumbuhan yang ada pada kawasan tersebut juga ikut terendam secara periodik. Untuk dapat tumbuh pada kawasan pasang surut ini tumbuhan tersebut harus dapat beradaptasi dengan kadar garam (salinitas) yang tinggi. Selain itu mempunyai modifikasi akar yang memberikan peluang untuk tumbuhan tersebut bernafas dalam kondisi tergenang. Modifikasi akar pada tumbuhan ini sering disebut akar nafas atau istilahnya “pneumatofor”.

DSC03488Bakau merupakan istilah yang sering dipakai untuk tumbuhan mangrove secara keseluruhan, namun nama ilmiahnya sendiri dari bakau adalah Rhizophora sp. Dalam hutan mangrove tumbuh beberapa jenis selain Rhizophora sp, misalnya Sonneratia sp, Bruguiera sp, Avicennia sp dan Ceriops sp. Biasanya di dalam hutan mangrove terdapat zonasi pertumbuhan, masing-masing jenis dengan daerah pertumbuhannya sendiri sesuai dengan habitatnya.
Pembagian zonasi pertumbuhan sering dibagi berdasarkan daerah penggenangan dan jenis tumbuhan yang tumbuh pada daerah tersebut. Misalnya menurut daerah yang tergenang diklasifikasikan dalam 3 zonasi yaitu : Zona proksimal, Zona midle dan Zona Distal.

Zona Proksimal adalah zona yang dekat dengan laut atau zona terdepan. Pada daerah ini biasanya ditemukan jenis-jenis Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Sonneratia alba.

Zona Midle adalah zona yang terletak di antara laut dan darat atau zona pertengahan. Biasanya ditemukan jenis-jenis : Sonneratia caseolaris, Rhizophora alba, Bruguiera gymnorrhiza, Avecennia marina, Avecennia officinalis dan Ceriops tagal.

Zona distal adalah zona yang terjauh dari laut atau terbelakang. Pada daerah ini biasa ditemukan jenis-jenis Heriteria littoralis, Pongamia sp, Xylocarpus sp, Pandanus sp, dan Hibiscus tiliaceus.

Banyak orang yang ingin membuat penanaman di daerah mangrove namun sering kali gagal karena kurang memahami karakteristik dari habitat dan tumbuhan mangrove itu sendiri. Bagaimana tumbuhan mangrove itu dapat tumbuh dengan dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya, perlu diketahui dan dipelajari sebaik mungkin.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan mangrove seperti; Gelombang laut yang tidak terlalu besar, hal ini diperlukan agar jenis tumbuhan mangrove dapat menancapkan akarnya. Selanjutnya memerlukan Salinitas (kadar garam) yang tinggi karena merupakan daerah pertemuan air laut dan tawar. Terdapat endapan lumpur pada pesisir pantai, serta mempunyai daerah pasang surut yang lebar. Itulah beberapa faktor penunjang tumbuhnya suatu jenis mangrove pada suatu kawasan.
Faktor-faktor penunjang ini harus diperhatikan dengan baik agar kegiatan penanaman dan rehabilitasi pada daerah mangrove dapat berhasil. Pemilihan jenis yang tepat sesuai dengan zonasi dan habitat juga turut menentukan persentase hidup dan keberhasilan dari tanaman tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s