Meningkatkan efisiensi Pakan Lele


Picture 251Harga ikan lele kembali menembus angka Rp. 13.000 (Kota Bogor), harga terbaru ini turut menggoyang kepala pembudidaya lele karena dengan biaya produksi yang semakin meningkat justru harga produk akhirnya malah sebaliknya. Keberapa kelompok pembudidaya sering mengeluhkan keadaan ini kepada penyuluh perikanan maupun kepada instansi yang menangani perikanan. Kondisi ini diperparah dengan kenaikan harga bahan minyak yang secara tidak langsung menaikan komponen produksi termasuk pakan.

Komponen input produksi budidaya ikan lele sebagaian besar (70%) disumbang oleh biaya pakan. pakan menjadi bagian sangat vital dalam produksi yang perlu mendapat perhatian para pembudidaya serta harus dicarikan jalan terbaik agar penggunaanya dapat lebih efisien, harganya lebih murah, limbahnya lebih sedikit menyebabkan pencemaran. Pembudidaya juga harus ingat bahwa dalam pelaksanaan Sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) tidak boleh menggunakan limbah industri makanan dan kotor hewan, ironis memang akan tetapi sebagai pembudidaya yang mencitai profesinya kita harus terus berinovasi untuk menemukan cara-cara produksi ikan yang ramah lingkungan, minimum cost, produksi optimum.

Informasi mengenai pengelolaan pakan ikan yang benar telah lama didapatkan oleh para penyuluh maupun pelaku utama, namun belum sampai menjadi pedoman dalam pelaksanaan budidaya.  Kita masih ingat saran guru-guru kita bahwa penggunaan pakan ikan harus: (1). memiliki kandungan nilai protein yang sesuai dengan kebutuhan per jenis ikan, (2). Semakin halus bahan pakan yang digunakan nilai kecernaannya akan semakin baik, (3). ukuran harus disesuikan dengan bukaan mulut ikan, (4). waktu pemberian harus disesuikan dengan laju pencernaan makanan, (5). kondisi lingkungan saat pemberian pakan harus diperhatikan.

Saran-saran “sekitar pakan” menjadi pembicaraan seksi bagi pembudidaya ikan lele, terutama yang bergerak pada segmen pembesaran. Berdasarkan pengamatan selama ini pada saran pertama diatas, masih banyak pembudidaya, terutama pembudidaya pemula yang menggunakan protein dibawah standard (dibawah 27 %) dengan alasan karena pakan mahal maka dipilih pakan protein rendah yang murah padahal tidak memberikan efek laju pertumbuhan yang optimal pada ikan. Melengkapi saran diatas, sebagai bahan pengalaman untuk diceoba ditempat lain, pakan ikan juga bisa di perkaya dengan protein yang dicampur pada pakan serta dibuatkan perekat misalnya dengan mencampurkan cacing tanah atau magot yang telah dibuatkan tepung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s