ASPEK EKONOMIS DAN USAHA KONSERVASI KUDA LAUT


Screenshot_49ASPEK EKONOMI

Kuda laut mempunyai nilai pasaran baik di dalam maupun di luar negeri. Karena memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat yang memanfaatkan sumberdaya hayati laut tersebut, maka sumberdaya kuda laut harus dikelola secara baik dan lestari.

Manfaat kuda laut adalah sebagai obat tradisional, ikan akuarium, cinderamata, dan makanan tonic. Obat Tradisional Cina (TCM) merupakan pasar terbesar untuk perdagangan kuda laut (Hansen and Cummins, 2002). Pada berbagai zaman di seluruh sejarah medis barat, kuda laut digunakan untuk membantu produksi air susu ibu, menyembuhkan kebotakan, rabies, lepra danpenyakit anjing gila, dan akan menyebabkan kematian jika dicampur dengan anggur (Whitley, 1998). Di jepang kuda laut digunakan sebagai jimat bagi ibu – ibu hamil dengan harapan dapat melahirkan bayi dengan lancar dan selamat (Okamura and Amaoka, 1997). Untuk masa sekarang ini pengobatan timur telah mengeringkan dan menggiling kuda laut yang digunakan sebagai obat gejala-gejala penyakit mulai dari impotensi, sakit asma, jantung, ginjal, kulit dan gondok (Lourie et al, 1999).

USAHA KONSERVASI

Menyelamatkan Seahorses berarti menyelamatkan laut. Kuda laut dapat membantu memajukan konservasi laut, dengan menjadikannya sebagai sesuatu yang istimewa diantara besarnya cakupan dari isu-isu konservasi laut. Ada beberapa alasan yang dapat dijadikan dasar yaitu karena  Kuda laut adalah jenis ikan yang banyak menimbulkan rasa ingin tahu karena merupakan jenis yang terancam olehoverexploitation (untuk obat tradisional, pajangan akuarium, memenuhi rasa ingin tahu dan makanan tonic), penangkapan dengan menggunakan alat tangkap ikan yang tidak selektif dan adanya degradasi habitat mereka. Kemampaun biologis seperti yang disebutkan di bawah ini boleh jadi membuat kuda laut peka sekali terhadap over-fishing (Lourie, et al. 1999) :

  1. Ukuran anak-anaknya yang kecil membatasi tingkat reproduksi potensial.
  2. Sistem pengeraman oleh jantan menunjukkan keberlangsungan hidup individu muda tergantung pada kemampuan induk mempertahankan hidup untuk jauh lebih besar dari kebanyakan ikan
  3. Monogami yang ada pada kebanyakan jenis yang telah diselidiki menunjukkan bahwa hewan-hewan yang tidak memiliki pasangan tidak dapat bereproduksi sampai mereka dapat menemukan pasangan baru.
  4. Kepadatan populasi yang rendah menunjukan bahwa pasangan yang hilang tidak dapat tergantikan dengan cepat.
  5. Pengamatan pada individu yang telah diketahui menunjukkan bahwa tingkat kematian hewan dewasa secara alami kemungkinannya rendah, yang membuat kegiatan perikanan sebagai sebuah bentuk tekanan; dan
  6. Adanya mobilitas hewan dewasa yang rendah yang mencakupi pada kebanyakan jenis mungkin membatasi kolonisasi kembali pada area yang sudah punah, walaupun hanya juvenil yang pertama-tama menghilang.

Pemahaman yang luas untuk konservasi ini perlu untuk ditantang dengan memperoleh pengetahuan dasar tentang parameter kunci riwayat hidup kuda laut

seperti laju pertumbuhan, usia lanjut dan dispersal juvenil kuda laut. Namun bagaimanapun, yang lebih penting adalah kesempatan untuk melanjutkan konservasi laut secara umum. Olehnya itu, penyelamatan masa depan kuda laut, kerabat dan habitat mereka akan membutuhkan kerjasama ilmuwan, pengambil kebijakan dan organisasi non pemerintah di seluruh dunia yang dapat dilakukan melalui :

  1. Membantu kehidpan masyarakat perikanan, melalui pelatihan dan konsultasi,pengembangan skill dan wewenang untuk mengelola sumberdaya yang mereka manfaatkan.
  2. Mengembangkan protokol pengelolaan baru dan bentuk-bentuk perikanan tropis, dan memahami dampak ekonomi dan ekologis dari kegiatan perikanan yang tidak diperuntukkan untuk pangan.
  3. Mengurangi penangkapan yang tidak penting dalam penggunaan peralatan penangkapan ikan yang tidak selektif, terutama sekali untuk jenis yang sukar untuk dihilangkan dari kegiatan perikanan.
  4. Membangun kembali habitat estuaria, mangrov, terumbu karang dan lamunyang terdegradasi di antara ekosistem laut yang yang penting dan sudah berada dalam kondisi membahayakan di seluruh dunia
  5. Menerapkan area perlindungan laut (marine protected areas (MPAs)) untuk meningkatkan jumlah, ukuran dan keragaman ikan di dalam MPA dan untuk meningkatkan kegiatan perikanan di luar MPA tersebut.
  6. Mengembangkan mata pencarian alternatif yang secara ekologi lebih amandan secara ekonomis berkelanjutan, dalam rangka mengurangi tekanan atas penangkapan ikan atas pemnfaatan populasi kehidupan alam liar.
  7. Mengembangkan pola sertifikasi ekologis untuk hasil laut, dalam bentukkerjasama dengan konsumen.

DAFTAR PUSTAKA

Al Qadri, A. H., Sudjiharno, A. Hermawan., 1998. Pemeliharaan Induk dan

Pematangan Gonad. Direktorat Jenderal Perikanan. Balai Budidaya Laut. Lampung.

Al Qadri, A. H., 1999. Paket Usaha Budidaya Kuda Laut (Hippocampus spp),

Disampaikan Pada Pertemuan Sosialisasai Rekayasa Teknologi UPT. Ditjen

Perikanan di Casarva Bogor. 4-6 Agustus 1999.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s