Peluang Bisnis Kroto


‘Kroto’ adalah nama yang diberikan oleh orang Jawa untuk campuran larva dan pupa semut pPicture4enganyam Asia (terutama Oecophylla smaragdina). Campuran ini terkenal di kalangan pencinta burung dan nelayan di Indonesia, karena larva semut populer sebagai umpan ikan, dan juga sebagai makanan tambahan untuk meningkatkan ketrampilan burung-burung pedendang. Para penggemar burung memberi kroto yang kaya protein dan vitamin untuk burung peliharaannya demi kepuasan mereka mendengarkan kicauan burung yang merdu atau waktu mereka menyiapkan burung-burungnya untuk mengikuti lomba burung pedendang.

Bagi para penggemar burung kicauan, kroto menjadi salah satu pilihan pakan yang kaya protein dan vitamin. Kroto juga dipercaya membuat kicauan burung lebih merdu dan bulu lebih mengkilap. Kroto adalah telur dari semut rangrang, yang  digunakan sebagai campuran larva dan pupa semut. Kroto digemari oleh burung-burung pemakan serangga, seperti jalak, kutilang, beo, dan poksai. Menurut jenisnya, kroto dibedakan menjadi kroto basah, kroto halus, kroto kasar, dan kroto kacang.

Kroto basah, merupakan kroto yang paling banyak digemari oleh burung dan juga sebagai umpan pancing. Kroto jenis ini merupakan telur dan larva semut rangrang yang masih baru dengan kandungan air tinggi sehingga mudah busuk. Jika tanpa pengawetan, umur kroto basah hanya dapat bertahan sehari. Kroto basah sebaiknya disimpan di dalam lemari pendingin dan dibungkus dulu dengan kertas agar air terserap kertas. Dalam kondisi ini kroto basah dapat bertahan hingga tiga hari. Di antara berbagai jenis kroto, kroto basah mempunyai kandungan gizi yang terbaik, terutama protein mencapai 47,80%.

Kroto halus, berupa semut-semut pekerja kecil dan besar. Tanpa pengawetan, jenis kroto ini dapat tahan selama seminggu. Di antara berbagai jenis kroto, kroto halus merupakan jenis yang paling tidak disukai burung.

Kroto kasar, berupa induk semut ratu dan semut jantan. Jenis kroto ini juga dapat tahan seminggu

Kroto kacang, berupa campuran ketiga jenis kroto, yaitu kroto basah, kroto halus, dan kroto kasar, ditambah dengan jenis pakan lain, seperti kacang, jagung, padi, dedak, voer, dan beras ketan. Kroto ini dapat tahan dalam seminggu, tanpa pengawetan. Di antara jenis kroto yang lain, kroto kacang mempunyai kandungan lemak tertinggi mencapai 17,07%.

Manfaat Kroto

Ekstra Fooding untuk burung yang satu ini di yakini oleh para kicau mania dapat membuat burung menjadi rajin berkicau, namun kelebihan dalam pemberian kroto terhadap burung bisa menimbulkan efek yang sama dengan jangkrik, yaitu burung menjadi galak.

Kroto adalah telur dari semut rang-rang (Oecophylla smaragdina) yang banyak digemari oleh burung-burung pemakan serangga, para kicau mania memberi kroto yang kaya protein dan vitamin untuk burung peliharaannya, demi kepuasan mereka mendengarkan kicauan burung yang merdu, atau waktu mereka menyiapkan burung-burungnya untuk mengikuti lomba.

Kroto diberikan agar burung menjadi lebih sehat sehingga rajin bunyi, karena kroto mengandung protein tinggi yang relatif mudah dicerna sehingga sebagian besar kicau mania merekomendasikan pemberian kroto walaupun dengan porsi yang berbeda-beda, secara umum kroto diberikan hanya 1 sendok bisa pagi atau sore, bisa tiap hari atau dua hari sekali, ada juga yang pemberian kroto hanya dilakukan menjelang turun lomba saja.

Banyak penghobi burung kacamata atau burung pleci (plecimania) yang jengkel gara-gara burung pleci mereka tidak mau bersuara ngeplong keras apalagi bersuara ngalas meski usianya sudah cukup, jinak dan rajin bunyi. Kalau bunyi, demikian keluhan yang sering kita dengar, sekadar ngriwik atau bergaya teler dengan suara kecil.

Ternyata burung ‘berkacamata’ (pleci) yang seharusnya galak di lapangan dan bersuara lantang jika kekurangan kekurangan fooding akan melempem macet bunyi. Kroto merupakan komponen yang amat dibutuhkan pleci untuk bersuara lantang dan mampu mengikuti suara suara burung lain ketika manggung. Kekurangan power menyebabkan pleci mogok bunyi.

Begitupun dengan murai batu untuk menghindarkan burung ini dari kematian dan mogok bunyi di lapangan, maka hukumnya wajib untuk makan kroto segar. Burung kelihatan lebih sehat dan jauh lebih cepat berani berkicau.

Bahkan untuk burung yang tidak untuk di lombakan, kroto juga tidak boleh ketinggalan dalam perawatan kesehariannya. Bahkan kroto dianggap sesuatu yang mewah.

Bagi pecinta burung ocehan tidak ada yang tidak tahu dengan kroto. Kroto merupakan pakan alami yang sering diberikan untuk murai batu dan juga burung ocehan lainnya. Kroto adalah larva dari semut rangrang yang mempunyai manfaat untuk membuat murai batu rajin berbunyi dan mudah untuk dilatih.

Pemberian kroto untuk murai batu haruslah yang segar dan jangan pernah berikan kroto yang sudah basi. Pemberian kroto yang sudah basi berdampak buruk terhadap kesehatan murai batu termasuk menyebabkan suara murai batu menjadi serak dan bahkan malas untuk berbunyi. Pemberian kroto yang disarankan untuk murai batu ialah dua sampai tiga kali seminggu. Adapun saat murai batu mabung atau sedang mengalami rontok bulu pemberian kroto dapat dilakukan setiap hari untuk mempercepat proses pertumbuhan bulunya kembali.

Hasil uji analisis kroto dari DepKes Thailand, dimana kroto di Negara Gajah Putih ini dijadikan makanan manusia, diantaranya dibuat sup. Di dalam seratus gram kroto terdapat:
493 kcal kalori, kadar air 22%, protein 24.1 g (ingat dihitung dari bahan basah, kalau ingin tahu kadar bahan kering koreksi dengan kadar air), lemak 42.2 g, krbohidrat 4.3 g, fiber 4.6 g, abu 2.8, kalsium 40 mg, fosfor 230 mg, besi 10.4 mg, vit A, 710 IU, B1 0.22 mg, B2 1.13 mg, dan niacin 5.7 mg.

Peluang usaha Semut Rangrang

Selama ini pasokan pasar burung atau toko yang menjual pakan burung hanya menggantungkan dari pengumpul kroto yang berasal dari tangkapan alam. Kita tahu alam tidak setiap saat menyediakan kroto apalagi saat musim penghujan. Hal lain yang mendorong kegiatan budidaya adalah usaha ini tidak banyak membutuhkan modal dan juga tingkat teknologi yang tinggi. Semua orang bisa mengusahakan kegiatan budidaya ini baik untuk tujuan komersial atau hanya untuk mencukupi kebutuhan kita sendiri. Kami yakin, kalau kegiatan ini dikelola dengan manajemen yang baik tidak mustahil akan menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Bagi sebagian orang, kroto dari semut rangrang merupakan sumber penghasilan baru dan dianggap sebagai salah satu cara bagi masyarakat miskin untuk memperoleh penghasilan tambahan. Sebuah penghasilan yang bisa diperoleh secara cuma-cuma dan tanpa mengganggu waktu dan kegiatan bertani mereka. Dengan cara yang praktis dan mudah saja mereka bisa mendapatkan kroto semut rangrang tersebut. Nah, bagaimana kalau diusahakan secara professional?

Banyak manfaat yang akan kita peroleh apabila kita memelihara semut rangrang, di antaranya :

  • Sebagai pengendali hama tanaman tertentu, sehingga anda tidak perlu membeli insektisida untuk membasmi kutu daun.
  • Digunakan sebagian para pemancing dan nelayan sebagai umpan ikan
  • Sebagai makanan tambahan untuk meningkatkan ketrampilan burung berkicau
  • Membantu penyerbukan jenis tanaman tertentu
  • Dapat membantu menjaga kebun

Belakangan ini budidaya kroto rumahan merupakan sebuah usaha yang sangat menjanjikan. Budidaya semut rangrang penghasil kroto tidak lagi dilakukan di pohon-pohon tetapi di dalam bedeng atau pada sebuah rumah. Pasalnya kroto di pasaran harganya mencapai 150 hingga 200 ribu rupiah perkilogramnya. Kroto amat dibutuhkan untuk pakan burung ocehan dan sebagai syarat mutlak harus diadakan untuk campuran umpan pancing.Jadi kroto amat diburu oleh para kicau mania dan penghobi memancing.

Berdasarkan pengalaman penulis dan mereka yang telah sukses membudidayakan semut rangrang, budidaya kroto rumahan mudah sekali dilakukan, meskipun kendala budidaya kroto rumahan ini sangat banyak,misalnya membuat semut rangrang tidak berkeliaran kemana-mana, budidaya kroto rumahan dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya dengan menggunakan bambu/galon mineral/toples.

Budidaya kroto membutuhkan ketelitian dalam menjaga semut rangrang agar tidak kemana-mana, yaitu dengan cara memberi makan secukupnya, karena dalam beternak semut rangrang, dia tidak akan pergi jauh kemana-mana selama makanan selalu tersedia didekat sarang ratu.

Prospek peluang usaha budidaya telur semut rangrang ini terbilang besar, mengingat permintaan pasar semakin meningkat seiring bertambahnya para pecinta burung, sedangkan kelangkaan sering terjadi akibatnya minimnya peternak yang menggeluti usaha ini, secara ekonomi bisnis ini berpeluang untuk dikembangkan ke arah komersil, namun setiap usaha memerlukan ketekunan dan kerja keras untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Para pencinta burung tentu tahu akan hal ini, kroto adalah makanan “spesial” untuk burung berkicau. Kenapa spesial, karena kroto sumber nutrisi yang paling tinggi bagi burung berkicau. Tanpa kroto burung tidak akan mengoceh dan tidak bias dilombakan atau menjadi klangenan yang menghibur. Kita tahu harga kroto yang kian hari kian mahal tentunya membuat kita harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi makanan kesayangan burung kita.

Bayangkan anda dapat membudidayakan semut kroto, misalnya perhari menghasilkan 1 Kg telur semut/ kroto maka perhitungannya adalah ;

200.000 X 30 = 6.000.000,-

Keterangan :

  • 200.000 adalah harga kroto per Kg
  • 30 adalah jumlah hari dalam satu bulan
  • 6.000.000,-adalah penghasilan yang diperoleh per bulan

Wauw ini adalah penghasilan yang luar biasa, karena dengan modal uang dan modal tenaga yang minim atau malah sangat minim kita mendapatkan hasil yang besar. Bagaimana supaya penghasilan kita lebih dari Rp.6.000.000,-per bulan tentunya kita harus menambah jumlah sarang semut sebanyak-banyaknya. Karena dengan menambah sarang semut berarti menambah mesin uang kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s