ASPEK BIOLOGI KUDA LAUT


Screenshot_48Menurut Al Qodri (1999) sejauh ini beberapa karakteristik biologi kuda laut  yang telah dipelajari yaitu penyebarannya sedikit atau jarang, jarak habitat yang kecil dan setia pada pasangan. Semua karakteristik ini menjadikan kuda laut sulit untuk didapatkan dalam jumlah besar. Aspek biologi yang menarik pada kuda laut jantan adalah terdapat kantong pengeraman telur yang terletak di bawah perut yang dipersembahkan oleh kuda laut betina. Kantong pengeraman ini terletak di bagian depan dan mempunyai lubang yang dapat ditutup. Bagian dalam dari kantong pengeraman dapat mengeluarkan zat yang menjadi makanan bagi anak – anak yang baru menetas. Anak kuda laut yang baru keluar sudah mempunyai kemampuan untuk berenang sendiri (Hidayat dan Silfester,1998).

Menurut Mann (1998) kebanyakan spesies kuda laut menghasilkan telur sekitar 100 –200 butir, bahkan ada yang mencapai 600 butir telur, induk jantan akan mengerami anak – anaknya selama 10 – 14 hari di dalam kantong pengeraman yang dilengkapi jaringan semacam plasenta untuk suplai oksigen. Tingkah laku kuda laut pada umumnya berenang ke atas dengan sangat lambat dan tidak seperti cara berenang ikan pada umumnya. Untuk mengimbangi kemampuan berenang yang lambat, kuda laut memiliki mulut berbentuk tabung (Moyle and Joseph, 1998). Selanjutnya Al Qodri dkk(1999) menyatakan bahwa kuda laut adalah hewan diurnal yaitu hewan aktif pada siang hari atau selama ada penyinaran cahaya matahari sedang pada malam hari kurang aktif sebagai contoh Hippocampus whitei di Australia dan Austria.

Waktu pemijahan berlangsung baik pada pagi, siang atau sore hari. Pada siang hari kuda laut melakukan semua aktivitas kehidupannya secara aktif. Berdasarkan perilaku makannya, kuda laut adalah pemangsa yang pasif yaitu menunggu makanan yang lewat dan menyerang mangsanya dengan cara menghisap sampai masuk ke moncongnya. Kamuflase lingkungan yang baik akan mengelabui mangsanya. Kuda laut akan mencernakan apapun yang kecil hingga cukup muat dengan mulutnya, kebanyakan crustacea kecil seperti amphipods, tetapi juga anak-anak ikan dan invertebrata lainnya (Anonim, 2002).

Induk kuda laut diperkirakan mempunyai sedikit pemangsa sehubungan dengan kemampuan menyamar, dengan cara menetap di suatu tempat dan duri pada tubuhnya yang tak menimbulkan selera. Namun mereka pernah ditemukan di dalam perut ikan-ikan pelagis besar seperti ikan tuna. Mereka juga dimakan oleh pinguin dan burung-burung air lainnya. Kuda laut bahkan pernah ditemukan di dalam perut penyu.

Kepiting mungkin merupakan predator yang paling mengancam. Kuda laut muda adalah yang paling banyak dijadikan mangsa oleh ikan-ikan lain. Untuk beberapa populasi kuda laut, manusia merupakan pemangsa yang terbesar (Lourie et al, 1999).

Menurut Hansen and Cummins (2002), arus dapat mengganggu populasi kuda laut, buangan limbah di tepi pantai dan yang terapung di permukaan menyebabkan banyak individu kuda laut yang mati dan yang lainnya menghilang. Jangka hidup alami untuk kuda laut belum diketahui secara pasti. Kebanyakan perkiraan berasal dari pengamatan di akuarium atau di laboratorium. Jangka hidup yang dikenali untuk kuda laut sekitar satu tahun untuk jenis yang lebih kecil, sampai rata-rata tiga hingga lima tahun untuk jenis yang lebih besar (Dames, 2000).

Sebagian besar jenis kuda laut adalah monogami dengan cara membentukikatan pasangan yang berakhir pada musim perkembangbiakan (dan bahkan ada yang berakhir setelah beberapa musim perkembangbiakan), walaupun beberapa jenis tidak mungkin membentuk pasangan yang terikat (Lourie et al, 1999; Dames, 2000).

DAFTAR PUSTAKA

Al Qadri, A. H., Sudjiharno, A. Hermawan., 1998. Pemeliharaan Induk dan

Pematangan Gonad. Direktorat Jenderal Perikanan. Balai Budidaya Laut. Lampung.

Al Qadri, A. H., 1999. Paket Usaha Budidaya Kuda Laut (Hippocampus spp),

Disampaikan Pada Pertemuan Sosialisasai Rekayasa Teknologi UPT. Ditjen

Perikanan di Casarva Bogor. 4-6 Agustus 1999.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s