Pembinaan dan Sinergi Tugas korwil Sumatera di Prov. Jambi


Koordinasi dengan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bungo

  • Kegiatan Pembinaan dan Sinergi Tugas Penyuluhan Perikanan Wilayah Regional I (Sumatera) Kabupaten Bungo – Provinsi Jambi diawali dengan koordinasi dengan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bungo Bapak Ir. Supriadi dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bungo Bapak Ir. H.Syahrul Azhar, ME.
  • Komitmen yang cukup dari Intansi yang menangani penyuluhan dan instansi teknis yang menangani penyuluhan dalam mengembangkan kegiatan penyuluhan dan pengembangan perikanan sudah terbangun cukup baik. Komitmen ini mendukung penyelenggaraan penyuluhan perikanan yang lebih kondusif dan penataan kegiatan yang terpola dengan baik.
  • Kepala BP4K Kabupaten Bungo merespon dengan baik rencana Pembinaan dan Sinergi Tugas Penyuluhan Perikanan Wilayah Regional I (Sumatera) di Kabupaten Bungo – Provinsi Jambi yang diselenggarakan pada hari Kamis, 22 Oktober 2015 di BP3K Kecamatan…yang dikuti Penyuluh Perikanan PNS, CPNS, Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) dan Penyuluh Swadaya dari Kebupaten Bungo, Merangin, Sorolangun, dan Tebo.
  • Kepala BP4K juga sangat tertarik dengan pengembangan teknologi perikanan yang dipandang turut mengembangkan produksi seperti pada ikan lele melalui penerapan teknologi Red Watter System (RWS) atau Biofloks. Teknologi budidaya perikanan yang yang dapat meningkatkan produksi dan produktivitas akan disinergikan dengan kegiatan bansos kepada pelaku utama yang diberikan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kab. Bungo.
  • Kepala BP4K berharap bisa bekerjasama dengan swasta dalam mengembangkan sumberdaya yang tersedia dengan dukungan program dan kegiatan yang sudah ada. Untuk mendekatkan akses terhadap teknologi yang dimiliki swasta, kita dorong daerah untuk memanfaatkan fasilitasi pihak perusahaan yang memproduksi pupuk organik dan probiotik untuk bekerjasama memberikan pelatihan kepada pelaku utama dan penyuluh yang ada di Kabupaten Bungo. Fasilitasi oleh salah satu perusahaan swasta di Jawa Timur melalui pelatihan gratis dan pembagian sampel produk diharakan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan penyuluh untuk meningkatkan dan mendekatkan terhadap akses teknologi pertanian, perikanan, perkebunan dan kehutanan.
  • Pembinaan dan Sinergi Tugas Penyuluhan Perikanan di Kab. Bungo – Jambi
  • Kegiatan Pembinaan dan Sinergo Tugas Penyuluhan Perikanan Regional I (Sumatera) di Kabupaten Bungo dilaksanakan pada Hari Kamis, 22 Oktober 2015 di salah satu BP3K Kecamatan Kabupaten Bungo Provinsi Jambi.
  • Hadir sebagai Narasumber Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kab. Bungo; Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Bungo dan Liassion Officer Penyuluh Perikanan Regional I (Sumatera).
  • Peserta kegiatan berasal dari Unsur PNS, CPNS, PPB dan Penyuluh Perikanan Swadaya sebanayk 30 orang yang berasal dari Kabupaten Bungo, Merangin, Sorolangun dan Kabupaten Tebo.
  • Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala BP4K Kab. Bungo yang dilanjutkan dengan sambutan. Pada sambutan tersebut kepala BP4K memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat KP karena telah menetapkan Kabupaten Bungo sebagai lokasi kegiatan Pembinaan dan Sinergi Tugas Penyuluhan Perikanan Wilayah Regional I (Sumatera) Tahun 2015 di Provinsi Jambi.
  • Kepala BP4K menyampaikan terima kasih atas kesediaan penyuluh perikanan dari Kabupaten lainnya yang hadir dan permohonan diberikanan kesempatan untuk menjadi lokasi kegiatan serupa pada waktu yang akan datang, mengingat Kabupaten Bungo merupakan kabupaten yang mudah dijangkau dari tiga kabupaten tetangga dengan posisi paling strategis.
  • Potensi perikanan yang ada di Kabupaten Bungo cukup besar untuk dikembangkan, walaupun pada saat kegiatan ini dilaksanakan banyak lokasi budidaya ikan yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang diperburuk oleh banyaknya kebakaran hutan dan bencana asap yang mengakibatkan penurunan produksi di pelaku utama secara signifikan.
  • Pengembangan kegiatan penyuluhan melalui program-program BP4K secara terpisah telah menciptakan sinergitas pelaksanaan tugas penyuluhan yang menitikberatkan pada pembagaian bidang pertanian, perikanan dan kehutanan secara spesifik dan tidak polipalen. Komitmen ini dukung oleh penempatan wilayah kerja penyuluh yang berbeda antara penyuluh pertanian dengan konsep “satu penyuluh satu desa” dengan penempatan penyuluh perikanan yang “berbasis kecamatan”.
  • Kendala penyelenggaraan penyuluhan bidang perikanan antara lain: (1) Tim Penilai angka kredit penyuluh Daftar Usulan Angka Kredit (DUPAK) masih dalam tim yang sama dengan tim penilai penyuluh pertanian dan kehutanan sehingga dalam penilaian banyak mengalamai kendala; (2). Penetapan kelembagaan pelaku utama masih banyak mengadopsi model dan nomenklatur kelembagaan pertanian; (3). Terbatasnya kegiatan peningkatan kapasitas penyuluh perikanan dalam bentuk pelatihan, bimtek, magang dan sejenisnya; (4). Minimnya kegiatan pendukung penyuluhan ditingkat lapang, seprti percontohan, dempond, demfarm; (5). Alokasi untuk pembiayaan, sapras pendukung masih kurang dan pengadaan melalui DAK Dinas Perikanan dan Peternakan tidak terkontrol serta kurang memberikan manfaat bagi penguatan sapras.
  • Pengembaan kegiatan penyuluhan perikanan yang belum berkontribusi besar terhadap perekonomian kebaupaten Bungo secara politis belum mendapatkan alokasi anggranan APBD yang memadai. Dukungan melalui kelembagaan yang ada masih lebih dominan mengembangkan sistem penyuluhan berbasis pertanian secara umum.
  • Terbatasnya jumlah penyuluh perikanan dibandingkan dengan luasnya potensi perikanan yang ada menjadikan kinerja penyuluh perikanan kurang dapat dirasakan oleh pelaku utama. Sinergitas penyuluhan perikanan yang melibatkan penyuluh pertanian sebagai entitas penyampai pesan belum dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan pelaku utama perikanan.
  1. Kunjungan Lapangan Ke lapangan

Untuk mendukung kegiatan-kegiatan penyuluhan dan koordinasi lebih intensif dilaksanakan kegiatan kunjungan kelapangan bersama dengan penyuluh perikanan PNS dan penyuluh perikanan Bantu. Kunjungan juga bertujuan untuk mendapatkan masukan langsung dari pelaku utama mengenai kebutuhan kegiatan penyuluhan sampai kebutuhan akses terknologi, permodalan dan pasar. Kunjungan Liassion Officer Peyuluh Perikanan Regional I Sumatera pada saat yang bersamaan dengan musibah kekeringan dan asap akibat kebakaran hutan yang menyebabkan sehingga pada kunjungan ini terlihat langsung dampak dari musibah tersebut.

Kunjungan pembinaan kelapangan dilaksanakan di Kabupaten Bungo, Merangin, Sorolangun dan Kerinci. Objek kunjungan ke kelompok pelaku utama dan Instansi Pemerintah (BBIS Kerinci).

Kabupaten Bungo

  • Kunjungan lapangan di Kabupaten Bungo di fokuskan di Kelompok “Sumber Rejeki” Dusun Sungai Buluh, Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo. Kelompok pembudidaya ikan ini memproduksi ikan Nila, Mas, Lele, Gurame dan Patin. Kelompok ini berdiri pada tahun 2009 dengan luas saat ini 2 Ha deangan 25 kolam dan 12 unit Keramba Jaring Apung. Kelompok ini sampai saat ini masih kelompok pemula dengan 15 anggota kelompok.
  • Kendala yang banyak dihadapi kelompok oleh kelompok di Kabupaten Bungo pada umumnya terait dengan mahalnya harga pakan. Konsep Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari) sangat relevan dalam meningkatkan daya saing komoditas perikanan dan meminimalkan input produksi yang sebagian besar disumbang oleh pakan.
  • Kendala lainnya yang cukup memberikan dampak luas adalah musim kemarau panjang yang mengakibatkan debit air menurut, dibeberapa tempat kolam yang terbuat dari tanah tadah hujan mengalami kekeringan yang diperparah dengan kebakaran lahan.
  • Kunci lainya yang ikut menentukan keberhasilan kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Bungo dan menjadi kendala tersendiri adalah pemasaran. Pemasaran ikan patin, nila dan ikan mas masih banyak dikuasai oleh pedagang dari luar daerah karena mereka memiliki harga yang lebih murah dan skil yang lebih baik. Lo Sumatera menyarankan agar dalam penguatan pemasaran lebih ditekankan untuk promosi ditingkat lokal dengan membangun kepercayaan konsumen serta mendekatkan produk langsung dengan konsumen (produk diantarkan langsung ke dusun-dusun).
  • Liassion Officer Penyuluh Perikanan Regional I (Sumatera) memberikan motivasi kepada kelompok untuk meningkatkan soliditas, kebersamaan dan semangat untuk mencapai tujuan kelompok. Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat KP menyiapkan kegiatan lomba dan kegiatan untuk memberikan panggung pada kelompok perikanan di lapangan.
  • Kunjungan lapangan diisi juga dengan penyampaian teknologi inovatif seperti “Budidaya Ikan Sistem Probiotik” yang dapat dikolaborasikan dengan budidaya pertanian dan agribisnis secara umum.

Kunjungan Kab. Merangin

  • Pelaku Utama yang dikunjungi adalah pelaku di kelompok pembudidaya ika di Demetuk Desa sidamkmur, kecamatan dengan sasaran kelompok Pembudidaya Ikan “Tirta Budayan” yang bergerak dibidanga usaha pembesaran ikan nila, mas, dan patin pada Keramba Jaring Apung. Kelompok Tirta Budayan memiliki 15 anggota dengan 120 keramba jaring apung yang sebagaian merupakan bantuan program PUMP Tahun 2013. Produksi perikanan perikanan pada waktu normal (dilaur musim kemarau panjang) mencapai 2-5 ton per minggu.
  • Sasarna kelompok yang dikunjungi di Kabupaten Merangin adalah kelompok Makarti Mina yang bergerak dibidang Budidaya Ikan Nila, Lele dan Patin serta usaha pengolahan hasil perikanan seperti Bakso ikan, nugget, Abon Ikan, Kerupuk kuit dan amplang/kerupuk ikan. Kolaborasi antara kegiatan kelompok pembudidaya ikan yang didukung oleh ibu-ibu pengolah ikan menjadikan kelompok makarti mina cukup mendaatkan pembinaan serius dari para penyuluh serta sering ditunjuk oleh Pemerintah daerah untuk pengadaan ikan maupun olahan ikan pada event-event ditingkat kabupaten atau provinsi. Pada kunjungan di kelmpok Makarti Mina, pengurus kelompok memohon pendampingan lebih instensif dari penyuluh perikanan agar produksi bisa lebaih banyak dan mendapatkan kepercayaan dari pemerintah. Kelompok juga mengharapkan dapat meningkatkan varian olahnnya sehingga dapat dijadikan oleh–oleh luar kota atau mengisi rumah makan serta ritel-ritel ditingkat provinsi.
  • Kunjungan terakhir pada kelompok pembuidaya ikan nila, patin dan lele di Desa Pinang Merah kecamatan Pemenang Barat. Kelompok Mina Harapan Maju dengan 10 anggota yang bergerak juga dibidang agribisnis lainnya yang saling mendukung dengan konsep terpadu. Ketua kelompok Bapak Dedi yang menjadi inspirator dalam kegiatan bisnis perikanan secara terintegrasi. Bapak Dedi juga pada Tahun 2015 mendapatkan penghargaan KTNA teladan tingkat nasional.

Kunjungan Kab. Sorolangun

  • Kabupaten sorolangun memiliki Potensi Perikanan Potensi sumber daya perikanan di Kabupaten Sarolangun terdiri dari kolam, keramba dan perairan umum (sungai dan danau).
  • Bidang usaha perikanan yang berkembang di Kabupaten Sarolangun meliputi jenis usaha perikanan darat terdiri dari usaha kolam dan keramba dan perairan umum memiliki prospek ekonomis.
  • Jenis ikan yang dibudidayakan adalah ikan mas, ikan nila, ikan patin, ikan gurami dan lkan lele. Pada tahun 2010 jumlah produksi Perikanan Kabupaten Sarolangun sebesar 2.245,6 Ton, sedangkan jumlah konsumsi ikan pada tahun 2010 sebesar 5.939 Ton, ini berarti Kabupaten Sarolangun masih mengalami defisit atau kekurangan sebanyak 3.693,4 Ton.
  • Komoditas yang banyak dikembangakan antara lain ikan patin dan nila yang menjadi andalan dari kelompok-kelompok pembudidaya ikan di Sorolangun.

Kunjungan Kota Sungai Penuh dan Kab. Kerinci

  • Kunjungan di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci sekaligus dengan pertemuan penyuluh perikanan disalah satu rumah penyuluh perikanan.
  • Pada kunjungan kali ini disampaikan juga tanda bela sungkawa atas meninggalnya koordinator Penyuluh Perikanan Kota Sungai Penuh An. Alm Ibu Purna Dewi yang disampaikan langsung pada kelaurga.
  • Untuk persiapan kegiatan-kegiatan peningkatan kapasitas penyuluh perikanan, dilakukan juga identifikasi dan koordinasi lokasi magang untuk penyuluh perikanan di Balai Benih Ikan Sentral Kerinci (BBIS Kerinci). BBIS Kerinci mengembangkan komoditas unggulan ikan semah yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan mulai terancam punah. Pasilitas BBIS Kerinci cukup memadai apabila dijadikan lokasi magang penyuluh, memiliki asrama dengan kapasitas tampung sekitar 30 orang dan ruang pertemuan untuk 50 orang.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s